Apartemen Murah di Tangsel Laris Diburu

itoday - Berbatasan langsung dengan Jakarta, membuat banyak orang tertarik untuk tinggal di kawasan Tangerang Selatan. Selain mudah diakses dengan berbagai moda transportasi, Tangerang Selatan pun memiliki beragam fasilitas umum penunjang gaya hidup.

Sebut saja pusat perbelanjaan dengan skala internasional seperti AEON, Living World, Teras Kota, Breeze Mall, atau Bintaro X-Change. Mall-mal tersebut mengusung konsep modern dan mencoba memberikan inovasi berupa nuansa tematik mancanegara.

Tak heran, bila tinggal di Tangerang Selatan kini sudah seperti tingggal di wilayah bergengsi. Salah satu indikator kemewahan juga terlihat dari tingginya harga properti di sana.

Berdasarkan catatan Project Review yang ada dalam laman Rumah.com, harga properti khusus untuk lahan kosong sudah berkisar Rp2 jutaan bahkan ada yang Rp20 juta per meter persegi.

Adapun harga rumah rata-rata sudah dipasarkan di atas Rp900 jutaan. Semakin dekat dengan fasilitas umum populer, semakin tinggi juga harga jualnya.

Menurut Rumah.com Property Index, median harga rumah di Tangerang Selatan sudah mencapai Rp11.320.000/m2. Sementara itu, batas bawah harga di Tangerang Selatan rata-rata adalah Rp7.900.000/m2.

Harga terendah yang bisa masyarakat temukan di kawasan ini berada pada kisaran Rp650 jutaan untuk luas tanah 72m2-80m2. Itupun lebih banyak rumah sekunder. Bisa dikatakan hampir tidak ada rumah baru yang dijual dengan harga di bawah Rp900 juta.

Kondisi tersebut lantas mendasari warga yang selama ini ingin punya hunian di Tangerang Selatan untuk beralih membeli hunian vertikal. Senada, beberapa pengembang pun meluncurkan proyek-proyek apartemen dengan harga yang lebih ‘masuk akal’.

Salah satu pengembang yang mengincar pasar dari kawasan ring 1 adalah PT Bukit Sarua dengan proyek Loftvilles City. Kepada Rumah.com, Gidion Indradjaja sebagai Direktur Marketing Loftvilles City menjelaskan, konsumen yang datang hampir seluruhnya merupakan end user.

“95% pembeli Loftvilles City membeli apartemen ini dengan tujuan untuk ditempati. Jadi nyaris tidak ada investor. Pembelinya rata-rata berasal dari sekitar Ciputat, Pamulang, Serpong, dan area-area lain di Tangerang Selatan,” jelasnya.

Apartemen yang berlokasi di Serua, Ciputat, ini memang dilepas dengan harga yang masih sangat terjangkau yakni Rp250 juta untuk tipe Studio dengan luas 19 meter persegi. Harga yang tidak mungkin didapat apabila menginginkan rumah tapak di Tangsel.

“Harga terkini sudah naik 56% dibanding harga perdana pada Februari dua tahun lalu yang masih Rp160 jutaan. Ini menandakan pangsa apartemen di Tangerang Selatan belum mandek dan masih punya peluang untuk terus berkembang,” Gidion menambahkan.

Pasar yang masih terbuka lebar pun memicu pengembang untuk berani membangun proyek hunian vertikal tersebut kendati penjualan baru sekitar 50%. “Kami groundbreaking di November 2016, dan rencananya bulan Mei mendatang akan selesai,” ia menutup.

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 16 April 2018 - 00:25 WIB

Apartemen Murah di Tangsel Laris Diburu