Pekan Depan Kementerian ESDM Sepakat Menurunkan Harga Pertamax CS

itoday - Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero) Syahrial Mukhtar mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi seperti harga Pertamax Cs, meski harga minyak dunia terus mengalami penurunan. Sebab pembelian minyak tidak dilakukan saat harga sedang turun.

"Cuma responnya kan tidak langsung serta merta, biasanya kita pake crude, kalau curde naik harga minyak naik, crude turun harga minyak turun," kata Syahrial dikutip dari merdeka.com.

Direktur Pemasaran Ritail Pertamina Mas'ud Khamid menambahkan, untuk menurunkan BBM non subsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia, Pertamina masih menunggu sinyal dari pemerintah untuk membahasnya.

Mas'ud mengungkapkan, Pertamina akan melakukan kajian bersama pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator yang berwenang, untuk mengambil keputusan terhadap harga BBM non subsidi, atas perkembangan harga minyak dunia yang mengalami penurunan.

"Ya nanti kajianya bersama. Nunggu kita dipangil, nah baru hasilnya kita kasih tahu (harga Pertamax CS), kan kita belum tahu," tandas Mas'ud.


Beralih ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta sejumlah badan usaha menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Sebab, harga minyak mentah sudah turun.

Harga minyak dunia sempat tinggi di Oktober. Saat itu, harga minyak menembus level US$ 85 per barel. Harga kemudian turun di kisaran US$ 60 per barel saat ini.

Untuk itu dikutip dari Detik.com bahwa Kementerian telah mengumpulkan badan usaha tersebut. Hasilnya, badan usaha sepakat untuk menurunkan harga.

Semoga saja harga pertamax cs pekan depan akan turun.

Sumber: berbagai sumber| foto: tirto.id

Komentar

Artikel Terkait