Mengenal Singalurity, Tema Besar Ekonomi Kreatif Indonesia 2019/2020

Dalam merancang sebuah karya, gagasan atau ide menjadi latar belakang sekaligus pondasi kuat. Akan tetapi, buah pemikiran tersebut memang tak selalu muncul saat sedang dibutuhkan. Hal ini terjadi dalam berbagai aspek, termasuk gagasan-gagasan untuk membangun tren yang tengah berkembang. Pasalnya tren berkualitas tak sekadar ikut hype, tetapi juga bisa dijadikan acuan supaya karya yang bersangkutan bisa diterima khalayak luas.

Tema industri ekonomi kreatif Indonesia 2019/2020

Para anggota yang tergabung dalam Tim Penyusun Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 pun membutuhkan gagasan menjanjikan untuk tema industri ekonomi kreatif musim 2019/2020 mendatang. Setelah melewati proses panjang, tim ini menyatakan bila Singularity bakal jadi tema besar di bidang ekonomi kreatif, khususnya di sektor mode, desain produk, kriya, dan desain interior.

Dina Midiani selaku koordinator dalam tim tersebut mengungkapkan bahwa mereka menangkap adanya perubahan pola pikir saat teknologi terkini berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, reaksi-reaksi atas kemunculan teknologi tersebut dituangkan melalui empat konsep turunan dari tema Singularity, di antaranya:

1. Exuberant

Tri Anugrah, Head Trend Researcher and Creative Director of ITF, juga sepakat dengan Dina, bahwa sub-tema exuberant mewakili kaum optimistis nan positif akan muncul seiring kemajuan teknologi. Selain itu, sub-tema ini menjadi gambaran karakter ceria serta dinamis yang biasanya dikaitkan dengan sosok agak nerdy, santai, stylish, dan lucu. Exuberant bisa divisualisasikan pada komik, kartun, hingga street art.

2. Neo-medieval

Jika ada sesuatu yang diterima, maka bisa dipastikan bakal ada konservatif. Menurut Tri, hal tersebut akan membuat beberapa orang jadi konservatif. Sub-tema neo-medieval dalam hal ini memperlihatkan keindahan zaman saat ini. Kemunculannya merupakan kebutuhan atas narasi romantis sejarah yang dianggap mampu menjelaskan sudut pandang situasi politik maupun budaya masa kini.

3. Svarga

Svarga, dikenal juga dengan kata inklusif dianggap sebagai jembatan di antara manusia dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Pada dasarnya, spiritualitas Anda bisa terhubung ke macam-macam hal, tak terkecuali teknologi. Maka svarga adalah sub-tema yang menyimbolkan adanya persatuan, kerja sama, kemurahan hati, dan pengetahuan dengan kebahagiaan sebagai imbalan.

4. Cortex

Sub-tema ini memperlihatkan bahwa kecerdasan buatan sesungguhnya adalah perpanjangan tangan atau sesuatu yang terpisah dari manusia. Lebih mengerikan lagi, kecerdasan buatan mulai mengambil peran desainer dalam membuat rancangan. Namun sejauh ini, artificial intelligence belum mengganggu pekerjaan desainer dalam eksplorasi material, bentuk, maupun medium riset.

Itulah tema besar dan sub-tema di bidang ekonomi kreatif yang diprediksi menjadi tren pada musim 2019/2020. Sejatinya perkiraan ini membantu Anda yang bergelut di sektor industri kreatif untuk lebih inovatif saat mengembangkan ide. Dengan begitu, karyanya tak akan mendapatkan penolakan. (sumber: berbagai sumber)

 

Tags #Ekonomi

Komentar

Artikel Terkait