Nilai Tukar Rupiah yang Melemah

itoday - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang belakangan kian melemah, begitupun dengan kondisi di awal tahun ini yang terus melemah. Tentu saja hal ini menjadi perhatian begitu banyak pihak terkait posisi rupiah tersebut.

Ada beragam sektor yang juga dapat terpengaruh dengan kondisi nilai tukar rupiah ini, sehingga penting untuk diperhatikan dengan baik. Meskipun memang kondisi ini dialami oleh banyak negara tetapi Indonesia juga perlu mempersiapkan langkah yang tepat agar kondisi keuangan bisa membaik seiring perkembangan waktu.

Nilai Tukar Rupiah Melemah

Saat ini di awal tahun, nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp 14.457 per dolar AS yang memang meningkat dari posisi akhir tahun yaitu Rp 14.390 per dolar AS. Ternyata nilai tukar mata uang yang melemah tidak hanya Indonesia, di Asia sendiri ada beberapa negara lain yang mengalami pelemahan nilai tukar mata uangnya yaitu India, Korea, Filipina, Malaysia, Hong Kong dan Singapura.

Sehingga dapat dikatakan kondisi perekonomian ini juga dialami oleh beberapa negara lain bukan hanya di Indonesia. Meskipun pada dasarnya nilai tukar tersebut sudah cukup menguat sejak akhir tahun 2018. Sedikit perubahan saja tentunya akan sangat berpengaruh terhadap berbagai pertimbangan terkait dunia perekonomian.

Pergerakan nilai tukar mata uang ini memang dipengaruhi oleh berbagai hal dan salah satunya adalah sentimen kelanjutan dagang China dan Amerika Serikat. Ketegangan hubungan kedua negara ini memang masih terus berlangsung ada adanya perlambatan aktivitas ekonomi industri di China. Sehingga kondisi ini membuat adanya berbagai perubahan besar dalam nilai tukar mata uang dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Dari Badan Pusat Statistik menyatakan inflasi Desember 2018 sebesar 0,62 persen berdasarkan bulanan sedangkan 3,13 persen berdasarkan data tahunan mulai Januari hingga Desember 2018. Namun data tersebut lebih rendah dari target pemerintah serta BI yang berada di angka 3,5 persen plus minus 1 persen. Berbagai langkah perlu diperhatikan agar tidak sampai memperburuk kondisi nilai tukar mata uang rupiah itu sendiri.

Komentar

Artikel Terkait