Dolar AS Bangkit, Harga Emas Goyah

Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukan penguatan dari posisi terendah pada minggu ini. Menyusul kebangkitan dolar AS, harga emas kembali tergelincir. Harga emas masih tetap bertahan dengan harga di bawah 1.300 dollar Amerika per ounce. Pada Kamis (10/01/19) harga emas terpantau turun 0,4 persen di pasar spot menjadi 1.288,28 dolar per ounce.

Adanya pergerakan harga emas tidak lepas dari dolar AS yang bangkit menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, secara keseluruhan hal tersebut tidak memberikan perubahan pada sikap teknis terhadap aset tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Head Trader Michael Matousek dari Global Investors Amerika Serikat. Ia menambahkan jika saat ini investor terus mengamati pergerakan harga tersebut.

Menurut Matousek, investor tengah melihat kemungkinan jika emas akan tembus ke level 1.300 dolar AS atau 1.275 dollar AS. Saat ini indeks dolar sendiri menunjukan peningkatan sebesar 0,4 persen setelah pulih dari level paling rendahnya pada tiga bulan terakhir. Adanya penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang selain dolar AS. 

Di tempat terpisah, David Meger selaku Direktur Perdangan Logam dari High Ridge Futures menyebutkan bahwa emas sudah melihat adanya konsolidasi. Selain itu, ia juga menyatakan adanya dukungan yang diberikan The Fed dalam meningkatkan suku bunga cenderung membuat kebutuhan safe haven disisi lain menjadi semakin sedikit karena terlihat adanya rebound pada berbagai jenis ekuitas belakangan ini. 

Disisi lain, Jerome Powell selaku Gubernur The Fed menyebutkan jika pada Kamis lalu, Bank Sentral Amerika mempunyai kemampuan untuk menekan kebijakan moneter sehingga tidak perlu menaikan suku bunga acuan. Sedangkan pasar saham dunia memperlihatkan peningkatan pada empat sesi belakangan namun kehilangan semangat di hari Kamis terkait adanya perbincangan perdagangan yang dilakukan oleh AS dan China.

Bukan hanya adanya perbincangan dagang tersebut, lesunya data ekonomi yang ditunjukan oleh Prancis dan Tiongkok juga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekomomi global. Selain harga emas yang dipastikan turun menyusul penguatan dolar AS, jenis logam lainnya termasuk paladium juga mengalami penurunan harga sebesar 1,02 persen dari sebelumnya menjadi 1.312,00 dolar AS per ounce setelah sebelumnya mencatat rekor.

Menyusul penguatan dolar AS, harga perak juga melemah ke level 15,6 setiap ounce-nya setelah turun hampir satu persen dari harga sebelumnya. Sedangkan platinum mengalami pelemahan hingga 0,6 persen menjadikan logam yang satu ini bertengger di level 820,2 per ounce. Meskipun demikian, masih ada kemungkinan bahwa harga emas kembali menguat ke level USD 1.300 setiap ounce-nya. (berbagai sumber)

 

Komentar

Artikel Terkait

Minggu, , 13 Januari 2019 - 13:55 WIB

Dolar AS Bangkit, Harga Emas Goyah