Ilham Akbar Habibie Memiliki Impian Membangun Gedung Tertinggi di Indonesia

itoday - Batam dinilai akan memiliki masa depan yang cerah di sisi ekonomi. Hal ini disebabkan karena pulau di Provinsi Kepulauan Riau tersebut memiliki efek sinergi dengan negeri jiran Singapura.

Hal tersebut dituturkan oleh Ilham Akbar Habibie, Honorary Chairman Pollux Habibie International yang tengah mengembangkan superblok Mesterstadt Batam.

Dia memberi ilustrasi, pada tahun 1950-an, Hongkong—yang sekarang menjadi pusat jasa keuangan dunia—saat itu masih merupakan pusat manufaktur. Lantaran biaya operasional semakin mahal, banyak perusahaan yang menyeberang ke daratan China seperti Shenzhen dan Provinsi Guangdong.

Kawasan ini bahkan menyumbang 20% dari total PDB China 20%. Berbeda dengan provinsi lain yang mengandalkan perusahaan BUMN China, ekonomi Shenzhen didorong sektor swasta.

“Hal yang terjadi adalah Shenzhen mendapat spillover effect. Di Hong Kong sudah tak ada lagi perusahaan manufaktur, karena semua pindah ke Shenzhen. Efek serupa juga terjadi di Singapura, dan daerah yang terkena adalah Johor dan Kepulauan Riau, seperti Bintan dan Batam. Di batam sendiri mendapat efek di industri perkapalan dan oil and gas,” urai Ilham Akbar Habibie kepada awak media di sela penandatanganan kerjasama antara Pollux Habibie dengan KONE beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, proyek Meisterstadt Batam harus dilihat dalam konteks tersebut. Untuk itu, sangat wajar jika pihaknya sebagai pengembang memberikan fasilitas kelas dunia di sana, sebagai penunjang kegiatan para profesional dan masyarakat pada umumnya.

Gedung Tertinggi di Indonesia

Tak hanya itu, di Meisterstadt Batam, Ilham juga memiliki mimpi untuk membangun gedung perkantoran tertinggi di Indonesia yang bisa terlihat dari Singapura. Namun, dia mengatakan hal ini belum pasti, karena di Batam ada Bandara Hang Nadim.

“Kami masih bernegosiasi dengan pihak otoritas. Jika gedung terlalu tinggi ada kemungkinan tidak diizinkan, karena khawatir mengganggu penerbangan pesawat. Tetapi hal ini masih kami diskusikan. Ya, tantangannya di situ,” urainya.

Dengan membangun Meisterstadt, Ilham mengaku kami ingin membuat landmark di Batam, sebagaimana Grup Artha Graha yang akan membangun Signature Tower di SCBD atau Pertamina yang akan membangun gedung pencakar langit di kawasan Epicentrum.

“Nah, ini merupakan satu bagian yang kami tawarkan dalam pembangunan proyek kelas dunia di Batam yang memiliki masa depan ekonomi cerah,” katanya.

Kendati bertaraf internasional, ternyata pembeli asal luar negeri sangat sedikit, yakni hanya sekitar 5%. Pembeli dari mancanegara umumnya dari Malaysia dan Singapura, sebagian lagi dari Dubai. Sementara itu, sebanyak 70% pembeli berasal dari Batam dan sekitarnya, 25% dari kawasan lain di Indonesia.

Antusiasme pembeli dari Batam lantaran harganya yang cukup terjangkau. Ini terbukti dari suksesnya penjualan tower pertama dan kedua Meisterstadt yang sudah sold out.

“Jadi, kami sesuaikan produk dengan daya beli masyarakat sehingga mudah terserap pasar,” ujarnya.

Kota Vertikal dengan Fasilitas Lengkap

Lebih lanjut, putra Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie ini menerangkan, sesuai namanya, Meisterstadt—yang berasal dari Bahasa Jerman: meister (master) dan stadt (kota)—menawarkan proyek superblok ini menjadi kota vertikal.

“Dengan lahan terbatas, kami menyediakan fasilitas sekelas kota dengan karakteristik urban. Selain hunian, di sini akan dibangun mal, perkantoran, rumah sakit, dan institusi pendidikan,” jelasnya. “Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan urban farming di sini, tapi ini masih impian.”

Sebagai informasi, Megasuperblok Meisterstadt dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektar yang akan merangkum 11 gedung yang terdiri atas delapan menara apartemen (total 6.500 unit), hotel, rumah sakit internasional, mal, pertokoan, serta perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai—yang digadang sebagai gedung perkantoran tertinggi di Indonesia.

Proyek dengan investasi Rp11 triliun ini dikembangkan PT Pollux Barelang Megasuperblok, perusahaan kolaborasi PT Pollux Properti Indonesia, Tbk. dengan keluarga besar mantan Presiden RI, BJ Habibie—yang juga dikenal dengan nama Pollux Habibie International.

“Meisterstadt dirancang oleh tim arsitek yang telah memenangi berbagai penghargaan untuk mewujudkan visi dari Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie tentang kualitas hidup yang berkelanjutan dan desain fasilitas masa depan,” papar Ilham.

 

sumber berita : RumahHokie.com/foto : makassartoday.com

Komentar

Artikel Terkait