PT Wijaya Karya Bangun 1.185 Rumah di Gurun Sahara

Image result for foto gurun pasir sahara

Itoday - Pemerintah Aljazair kembali menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA sebagai kontraktor pelaksana untuk membangun 1.185 unit logement (rumah) di Gurun Sahara, Ouargla, Aljazair.

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, total nilai kontrak pembangunan logement ini mencapai Rp 500 miliar. "Pengerjaannnya ditargetkan akan berlangsung selama 36 bulan dan berakhir pada Desember 2021," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/4/2019).

Dengan penunjukan tersebut, jumlah logement yang dibangun oleh WIKA di negara yang terletak di Afrika Utara itu kini mencapai 5.385 unit. Sebelumnya, perseroan mendapat kepercayaan untuk membangun 700 dan 1.000 unit logement di Baraki dan El Harrach, kemudian dilanjutkan dengan 1.250 unit logement di Khemis Miliana.

Tumiyana menuturkan, Gurun Sahara merupakan salah satu tempat terpanas di dunia dengan suhu maksimum bisa mencapai 50 derajat celcius. Kondisi tersebut berpotensi tidak baik pada pembetonan sehingga waktu pengerjaannya pun dibagi untuk menghindari suhu panas pada siang hari.

"Kondisinya sangat panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari, tapi teman-teman antusias karena memiliki tantangan baru. Dari situ, waktu kerjanya dibagi menjadi dua, yaitu mulai dari jam 5-11 siang dan dilanjutkan jam 5 sore-11 malam," ungkap dia.

Selain pengerjaan proyek di Gurun Sahara, Aljazair, WIKA juga terlibat dalam pembangunan Jembatan Limbang yang merupakan Cable Stayed Bridge Pertama di Sarawak, Malaysia. Secara progres, pengerjaan Limbang Bridge kini mencapai 11,78 persen.

Menurut Tumiyana, jembatan yang membentang sepanjang 772 meter dan lebar 20,5 meter di atas Sungai Limbang Sarawak ini merupakan proyek jembatan cable stayed kedua WIKA di luar negeri setelah Jembatan Comoro di Dili, Timor Leste.

"Tujuannya untuk mempersingkat jarak tempuh antara kota Limbang dengan Brunei Darussalam sekaligus mendukung upaya pengembangan daerah-daerah baru di Malaysia," jelas dia.

Pembangunan jembatan ini dilaksanakan oleh Brooke Dockyard Engineering & Works Corporation dengan melibatkan WIKA sebagai structure contractor. Total nilai proyeknya mencapai Rp 225,65 miliar, dengan target rampung pada Mei 2021.

"Semoga dengan keberhasilan WIKA dalam mengerjakan Limbang Bridge akan semakin memperbesar peluang WIKA untuk terlibat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur lainnya di Malaysia," pungkas Tumiyana.

 

sumber berita : Liputan6.com / foto : pixabay

 

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 23 Mei 2019 - 13:03 WIB

PT Wijaya Karya Bangun 1.185 Rumah di Gurun Sahara

Selasa, , 21 Mei 2019 - 11:34 WIB

Tozeur, Tempat Para Musafir Menambatkan Hati

Telah dilihat : 155 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 181 kali

Kambing Naik Alphard