Setelah Demo 22 Mei, Rupiah Terkuat di Asia!

itoday - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Rupiah berhasil memutus rantai pelemahan selama tiga hari dengan performa yang cukup meyakinkan.

Pada Kamis (23/5/2019), US$ 1 setara dengan Rp 14.465 kala penutupan perdagangan pasar spot. Rupiah menguat 0,38% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.



Saat pembukaan pasar, rupiah sudah menguat 0,1%. Seiring perjalanan, apresiasi rupiah terus menebal.

Sebelumnya, rupiah melemah selama tiga hari beruntun. Sejak awal pekan sampai kemarin, rupiah melemah 0,48%. Hari ini rantai itu terputus.

Lebih mantap lagi, rupiah bukan cuma menguat tetapi juga menjadi mata uang terbaik di Asia. Hari ini mayoritas mata uang utama Asia melemah di hadapan dolar AS. Namun rupiah menolak tunduk, bahkan mencatat apresiasi tertinggi Asia.

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning pada pukul 16:02 WIB:



Faktor pendorong penguatan rupiah adalah technical rebound. Rupiah memang sudah lumayan lama melemah, sehingga menyimpan energi untuk berbalik arah.

Beban rupiah juga terangkat karena situasi dalam negeri yang telah kondusif. Dalam dua hari terakhir, investor khawatir akibat gelombang demonstrasi usai pengumuman hasil Pemilu 2019.

Pada 21 Mei, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai pemimpin Indonesia untuk 2019-2024. Keputusan itu ditolak oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Selepas keputusan KPU, gelombang demonstrasi yang menolak hasil Pemilu 2019 melanda ibu kota. Bahkan aksi tersebut berujung ricuh di sejumlah titik seperti gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Tanah Abang, dan Petamburan.

Gangguan keamanan ini membuat investor, terutama asing, tentu merasa tidak nyaman. Arus modal keluar membuat pasar keuangan Indonesia tertekan sehingga rupiah melemah.

Namun hari ini situasi sudah kondusif. Tidak ada lagi aksi demonstrasi yang bisa menyebabkan keributan. Sudah adem ayem.

Arus modal pun kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sampai 1,57%. IHSG menjadi yang terbaik di Asia.

sumber: cnbcindonesia.com

Komentar

Artikel Terkait