Soal Larangan Diskon Ojol, 'Driver Curiga untuk Pangkas Tarif'

itoday - Pemerintah berencana melarang diskon tarif transportasi online, termasuk ojek online (ojol). Kebijakan itu bakal ditempuh karena memicu persaingan usaha yang tidak sehat, mematikan usaha yang satu dengan yang lain.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) awal pekan lalu, Senin (10/6/2019).

"Oleh karenanya kita merancang satu Permen (Peraturan Menteri) atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi," jelasnya seperti dilansir Detik.com.

Sementara itu seperti dikutip dari CNN Indonesia, Ekonom sekaligus Pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menilai Kemenhub diminta mengkaji kembali larangan diskon angkutan ojek online (ojol). Pasalnya, aturan itu dikhawatirkan mengganggu operasional aplikator sekaligus kepentingan masyarakat.

Ojek Online merupakan transportasi berbiaya terjangkau yang menjadi salah satu transportasi primadona bagi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. 

Namun beberapa waktu terakhir, banyak pengguna beralih moda transportasi karena tarif yang mahal tanpa ada potongan harga. Maka itu, menurut dia, jangan sampai larangan diskon ojol malah menghambat kinerja perusahaan aplikator. 

"Dengan kondisi 40 persen masyarakat Indonesia merupakan kelas menengah ke bawah, tentu ojol jadi sangat penting sehingga kebijakan pemerintah yang libatkan tarif ojol pasti berpengaruh ke masyarakat," kata Hendri dalam diskusi publik yang digagas CORE bertema 'Konektivitas Perhubungan' di Jakarta, Rabu (12/5).

Hendri memaparkan pemerintah harus memastikan terlebih dahulu alasan larangan diskon ojol. Menurut dia, model investasi dan penerapan harga transportasi daring tidak bisa disamakan dengan bisnis riil.

Selain itu, Hendri juga menganggap pemerintah harus netral dalam menetapkan tarif dan penerapan diskon ojol, tidak boleh condong melindungi konsumen atau pengusaha.

Komentar

Artikel Terkait