Harga Emas Naik di Tengah Harapan Penurunan Suku Bunga

itoday - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikan signifikan untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan ketegangan geopolitik.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus melonjak USD12,9 atau 0,92%, menjadi menetap di USD1.420,90 per ounce. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan dua ekonom dovish untuk mengisi posisi di Dewan Gubernur Federal Reserve AS, yang memicu harapan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan untuk merangsang ekonomi.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, yang juga dianggap sebagai penganut kebijakan moneter dovish, telah dicalonkan sebagai presiden Bank Sentral Eropa (ECB) berikutnya.

Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun turun menjadi 1,95% pada Rabu (3/7/2019), sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Italia 10-tahun turun menjadi 1,606% dan obligasi pemerintah Jerman 10-tahun minus 0,382%.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, ketidakpastian seputar masa depan perdagangan global, menawarkan dukungan tambahan untuk emas berjangka, kata analis pasar.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 9,8 sen atau 0,64% menjadi ditutup pada USD15,336 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD10,10 atau 1,21% menjadi USD843,60 per ounce.

 

Sumber

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 16 September 2019 - 10:50 WIB

Harga Emas Naik Rp 8.000 Menjadi Rp 753.000 per Gram

Senin, , 02 September 2019 - 11:01 WIB

Harga Emas Naik Rp 5.000 Menjadi Rp 768.000 per Gram