Biar Tidak Kena Tipu, Begini Cara Mengenali Pengembang

Hasil gambar untuk foto pembangunan rumah

Itoday - Tahun lalu, YLKI secara total mencatat 564 aduan di mana 21% diantaranya berasal dari sektor perumahan atau terbesar kedua setelah sektor perbankan.

Problem utamanya ialah properti yang dijual nyatanya belum terbangun, padahal sudah hampir memasuki batas waktu serah terima kunci. Terkait banyaknya kasus ini, jangan sampai Anda jadi korban selanjutnya!

Maka dari itu, mengenali pengembang selain tentunya memahami persoalan teknis lainnya adalah kunci utama. Pengembang kredibel pastinya akan menyelesaikan setiap proyeknya sebab berkaitan dengan reputasi dan kepercayaan konsumen.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

Regulasi untuk melindungi konsumen sendiri tertuang pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, jika konsumen mengalami penggelapan uang yang dilakukan pengembang, mereka pun bisa menggunakan regulasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP Pasal 378 tentang Penipuan dan Penggelapan.

Soal data pengembang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menerima registrasi pengembang perumahan sejak 2018. Registrasi ini diharapkan bisa menata, mengkoordinasikan, dan mengembangkan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Mau tahu apa saja keunggulan membeli rumah dengan fasilitas KPR? Lihat tipsnya dalam video berikut ini:

Konsumen rumah subsidi juga dapat mengetahui apakah pengembang perumahannya telah terdaftar atau belum, cukup dengan memasukkan nama pengembang di website https://sireng.pu.go.id.

Aplikasi Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR, dalam melakukan pengawasan terhadap kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang  agar tetap memenuhi standar rumah layak huni.

Dengan sistem tersebut, maka pengembang yang dapat membangun rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya pengembang yang telah terdaftar di Ditjen Pembiayaan Perumahan.

Pemerintah juga sekaligus bisa memantau kinerja pengembang, serta memberi kepastian kepada bank pelaksana terhadap kualitas rumah dan kualitas pengembangnya. Hingga saat ini, ada 11.789 pengembang yang terdaftar di sistem tersebut.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa kementeriannya sebagai regulator bertanggung jawab untuk melindungi konsumen dan memastikan kualitas rumah bersubsidi.

Menurutnya, pertumbuhan KPR juga harus dibarengi pelayanan lebih baik kepada masyarakat mulai dari sanitasi, air bersih, dan kualitas rumahnya.

“Apalagi bila menyangkut KPR subsidi, saya berwenang. Saya bertanggung jawab untuk mengawasi karena ada uang negara di situ,” katanya.

Aplikasi tersebut juga berfungsi untuk mempermudah Pemerintah merespons keluhan masyarakat. Sebab salah satu syarat pengembang masuk dalam Sireng harus terlebih dahulu tergabung dalam asosiasi.

Selain itu, di dalam sistem juga akan dirilis rating, reward, dan punishment dari Pemerintah, sehingga mendorong pengembang untuk terus menjaga kualitas rumah subsidi yang dibangun.

Cek Perizinannya!

Setelah mengenali pengembang, hal selanjutnya yang patut Anda ingat adalah jangan lupa untuk mendatangi kantor pemasaran dan mengecek rumah contoh secara langsung.

Untuk memastikan pengembang tersebut akan mengerjakan proyeknya atau tidak, maka juga perlu dicek proses perizinannya. Hal itu turut mempengaruhi legalitas dari pengembang.

Penting bagi konsumen untuk bisa memastikan seluruh kelengkapan yang harus dipenuhi pengembang. Jika Anda membeli rumah tapak, yang perlu diperhatikan adalah izin mendirikan bangunan (IMB) induk dan IMB unit.

Sementara bila Anda membeli apartemen, yang perlu diperhatikan yaitu IMB gedung. Termasuk dokumen pendukung seperti arsitektur, rancang bangun, hingga mechanical engineering. Pengembang baru boleh melakukan penjualan setelah IMB awal terbit.

 

sumber berita : rumah.com / foto : 

Komentar

Artikel Terkait

Sabtu, , 21 September 2019 - 06:48 WIB

DP Properti Lebih Murah, Kapan Mulai Berlaku?

Senin, , 22 Juli 2019 - 12:09 WIB

Taktik Beli Rumah Untuk Investasi