Investasi Unit Apartemen Sekarang Makin Sulit

Hasil gambar untuk foto apartemen

Itoday - Bila dikaitkan dengan jumlah penduduk, rasio suplai apartemen di Jakarta masih sangat kecil. Total ketersediaan unit apartemen di Jakarta adalah 200 ribuan unit, sangat kecil dindingkan total penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta. Artinya rasio antara unit apartemen dan jumlah penduduk tidak sampai 2 persen. Namun dari sisi penyerapan suplai apartemen masih terjadi perlambatan seiring melemahnya sektor properti sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaan riset, konsultan, dan manajemen property di Jakarta, rata-rata penyerapan unit apartemen terus melemah sejak tahun 2013 dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

“Hal ini berpengaruh juga terhadap peningkatan harga atau capital gain yang bisa diraih konsumen. Kalau sebelum 2013 itu ekspektasi orang terhadap capital gain unit apartemen mencapai 10-15 persen per tahun, sejak 2013 hingga sekarang hanya 6-7 persen,” katanya kepada housingestate.id saat pemaparan property market kuartal kedua (Q2) 2019 versi Colliers di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sebagai barang investasi, unit apartemen juga harus segera ada penyewa (yield)-nya, dan hal ini yang sekarang tidak mudah. Dulu orang bisa membayar cicilan unit apartemennya dari potensi pendapatan sewa atau yield itu. Rata-rata investasi dari yield ini bisa balik modal saat kepemilikan unit memasuki tahun 4-5, tapi sekarang menjadi lebih panjang mencapai 8 tahun.

“Apartemen sebagai barang investasi harus bagus yield-nya. Kalau tidak, jadi beban pemilik. Rata-rata unit studio berukuran 18-22 m2 saja service charge-nya mencapai Rp300 ribu per bulan. Ini jadi beban kalau tidak ada penyewa. Makanya lebih baik cepat dijual. Masalahnya  sekarang juga situasinya sulit untuk menjual,” jelasnya.

 

sumber berita : housingestate.id / foto : 99.co

Komentar

Artikel Terkait