Hore! Suku Bunga BI Turun Lagi, Saatnya Nyicil Rumah

Hasil gambar untuk foto rumah minimalis

Itoday - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Hasil RDG juga memutuskan penurunan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4%.

Sementara stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, disertai dengan cukupnya ketersediaan likuiditas dan membaiknya risiko kredit.

Ketahanan perbankan yang baik ditandai rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Mei 2019 yang tetap tinggi yakni 22,3%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net).

Stimulus yang baru saja dirilis Bank Indonesia, disambut baik oleh berbagai pihak utamanya para developer properti. Dihubungi langsung oleh Rumah.com, Associate Director Paramount Land, Muhammad Nawawi mengungkapkan rencananya untuk segera sinergi dengan perbankan.

“Prinsipnya kami selaku pengembang merespon positif atas penurunan suku bunga acuan BI ke posisi 5,75%. Sehingga dalam waktu dekat, kami akan mengajak pihak-pihak bank pemberi KPR untuk sinergi dengan tujuan memberikan stimulasi bagi end user,” katanya.

Berdasarkan catatan internal Paramount Land, saat ini lebih dari 70% konsumen yang membeli produk propertinya menggunakan cara bayar KPR.

“Oleh karenanya, penurunan bunga pasti akan berdampak positif bagi pasar properti khususnya untuk konsumen first home buyer. Saat ini kami punya skema bayar KPR melalui program DP 5% yang dapat dicicil 3x. Program ini dibesut guna memberi daya tarik bagi calon konsumen untuk tinggal di Paramount Land Gading Serpong,” Nawawi menambahkan.

Sementara itu, Ike Hamdan selaku Head of Marketing Rumah.com mengindikasikan kebijakan BI sebagai sinyal baik bergeraknya sektor riil di masyarakat.

“Terkait properti, masyarakat akan berada pada posisi diuntungkan. Suku bunga acuan yang turun akan mengkondisikan bank untuk juga menurunkan bunga kredit KPR-nya. Yang tidak segera menyesuaikan penurunan ini akan menjadi kurang menarik di mata masyarakat,” jelasnya.

Secara makro, inflasi yang terkendali di bawah 3,5% dan ditunjang dengan situasi politik nasional yang sudah kembali stabil. Dengan terjadinya penurunan suku bunga acuan ini, dampak pada pertumbuhan kredit masyarakat diprediksi akan lebih positif.

Umumnya, butuh waktu 3-6 bulan untuk sebuah kebijakan terasa efeknya. Hal ini dikarenakan adanya proses yang berlangsung, tidak serta merta masyarakat mengambil kredit.

Bank pun akan memerlukan penyesuaian dulu untuk mengubah suku bunga yang diberlakukan kepada nasabahnya.

Lebih lanjut, digabungkan dengan aturan LTV yang berlaku sejak Agustus tahun lalu, DP untuk KPR juga diserahkan kepada kesepakatan antara bank dan nasabah.

“Dengan demikian, entry barrier untuk masyarakat memasuki pasar properti menjadi semakin rendah. Dengan demikian, orang yang paruh pertama 2019 ini ‘wait and see’, sekarang saatnya untuk ambil aksi,” tukasnya.

 

sumber berita : Rumah.com / foto : popmama.com

 

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 129 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 147 kali

Kambing Naik Alphard