Menanam Cabai dan Bawang Mulai Digalakkan

itoday - Pemerintah akhirnya menggalakkan menanam cabai dan bawang di Sumsel. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi pengaruh inflasi akibat dua komoditas hortikultura tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Hortikultura dan Tanaman Pangan Sumsel Erwin Noor Wibowo mengatakan, Sumsel memiliki tantangan untuk dapat swasembada pada kedua tanaman tersebut. Mengingat selama ini dua tanaman tersebut memang menyokong inflasi daerah. Untuk tahun depan, pemerintah sudah menargetkan menanam keduanya sebagai tanaman hortikultura unggulan.

“Untuk cabai dan bawang merah, memang ada kendala berbeda. Cabai sebenarnya Sumsel sudah bisa menanam dengan produksi yang cukup,” ujarnya kemarin.

Cabai memiliki sentra produksi di antaranya di OKI, OKU, Ogan Ilir, Muaraenim, OKUS dan Pagaralam. Produksi cabai Sumsel memiliki target hingga 76.000ton /tahun. Sayangnya, dikatakan Erwin, proses pelaporannya belum maksimal akibat masih mendata luasan tanam cabai yang masih terendam banjir dalam tiga bulan terakhir.

“Dari target itu, belum di ketahui produksinya. Pada tahun ini, memang agak beriklim basah, sehingga banyak cabai yang busuk karena teredam banjir. Diprediksikan memang ada penurunan dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, pemerintah memang sedang ditantang untuk bisa swasembada bawang. Selama ini bawang yang masuk ke Sumsel lebih banyak berasal dari Jawa, yakni bawang Brebes. Sementara saat banjir melanda sejumlah wilayah, maka memengaruhi jalur transportasi. Akibatnya, suplai bawang saat ini berasal dari wilayah Sumatra Barat. “Bawang memang belum bisa banyak di tanam di Sumsel. Mengingat kondisi tanah yang menguntungkan, namun saat ini Dinas Pertanian sedang mempersiapkan luasan lahan bagi tanaman bawang,” ujarnya.

Tanaman bawang lebih banyak diproduksi di Mura, OKU, OKI, Banyuasin, OKUS, Muaraenim dan Pagaralam. Dari tujuh wilayah tersebut, produksi bawang Sumsel baru mencapai 6-8 ton/tahun. Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kesempatan memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel mengingatkan, agar petani juga memperhatikan keberagaman komoditas. Dengan karakteristik lahan basah, petani ditantang untuk bisa bertanam bawang.


Sumber: Okezone.com

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 09 Januari 2017 - 12:17 WIB

Kompak, Harga Cabai Rawit di Beberapa Daerah Meroket

Rabu, , 30 November 2016 - 11:12 WIB

Menanam Cabai dan Bawang Mulai Digalakkan

Telah dilihat : 76 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 71 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 167 kali

Nokia hadir di MWC 2017