Rupiah Kembali Tertekan

itoday - Kembali naiknya laju dolar Amerika Serikat (USD) menjelang rilis FOMC meeting dapat membuka peluang penguatan lanjutan. Dengan demikian, tentu laju rupiah dapat kembali tertekan.

Ditambah lagi, dari dalam negeri belum ada sentimen positif yang dapat menahan dan mengimbangi penguatan laju USD tersebut, sehingga dapat diperkirakan laju rupiah berpotensi kembali tertekan.

"Tetap perlu dicermati imbas dari pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap laju USD dan data-data ekonomi lainnya serta antisipasi terhadap perubahan arah rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support yang berada di level Rp13.390/USD dan resisten Rp13.348/USD. Sementara, aksi tunggu dari pelaku pasar terhadap sinyal waktu untuk kenaikan suku bunga acuan The Fed kembali membuat laju USD kemarin mengalami kenaikan.

Pada Rabu waktu AS setempat akan dirilis FOMC meeting di mana pasar telah menantikan sinyal dari The Fed akan potensi kenaikan tersebut. Meski belum terlalu jelas bagaimana hasil dari FOMC meeting tersebut namun, tampaknya pasar telah merespons dan mengantisipasi dengan kembali memburu USD.

"Di sisi lain, laju euro yang melemah setelah sentimen dari kekhawatiran penyelenggaraan pemilu Presiden Prancis dan Brexit berakibat pada laju USD yang kembali naik dan berimbas pada sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah yang melanjutkan pelemahannya," pungkas Reza.

 

Sumber: Sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 22 Februari 2017 - 09:45 WIB

Rupiah Kembali Tertekan

Selasa, , 21 Februari 2017 - 12:00 WIB

Rupiah Dibuka Jatuh Makin Parah

Senin, , 13 Februari 2017 - 09:28 WIB

Penguatan Rupiah Diprediksi Berlanjut hingga Rp13.258/USD

Telah dilihat : 54 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 47 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 143 kali

Nokia hadir di MWC 2017