Harga Ekspor Karet Diprediksi Naik Lagi

itoday - Harga ekspor karet masih bertahan tinggi di kisaran USD2 per kilogram (kg). Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara (Sumut) memprediksi harga ini akan naik lagi.

Kenaikan harga ekspor karet memang sudah terjadi sejak akhir tahun 2016 dan terus membaik hingga awal 2017. Pada akhir Januari 2017 misalnya, harga sudah mencapai USD2,27 per kg dan bahkan pada 1 Februari sempat sebesar USD2,29 per kg.

“Untuk Maret nanti kami perkirakan harga SIR 20 masih bisa sebesar USD2,08 per kg dan untuk April USD2,09,” kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah di Medan.

Menurut Edy, prediksi harga ekspor karet bisa naik lagi antara lain dipicu produksi yang berkurang di negara produsen sebagai dampak musim gugur daun. Gugur daun tidak hanya terjadi di sejumlah sentra produksi karet Indonesia, tetapi juga di negara produsen utama lainnya, yakni Thailand dan Malaysia.

Di Sumut, musim gugur daun sudah terjadi sejak akhir Januari dan diperkirakan berlangsung hingga awal April 2017. Pada rentang waktu itu, produksi karet Sumut diprediksi berkurang sekitar 40-50%. Beberapa daerah yang sudah terkena gugur daun di Sumut, yakni di Kabupaten Labuhanbatu dan Simalungun. “Sulit menyebutkan apakah kenaikan harga masih berlanjut atau tidak mengingat banyak faktor lain yang memengaruhi harga di pasar internasional,” katanya.

Selain produksi, Edy menjelaskan, faktor yang memengaruhi kenaikan atau penurunan harga antara lain terkait permintaan dari tiga negara konsumen utama dan termasuk harga minyak mentah dunia. Kalau permintaan meningkat dan harga minyak mentah berada kisaran USD70 per barel, maka harga karet SIR 20 Indonesia bisa menjadi USD3 per kg dari dewasa ini yang kisaran USD2. “Gapkindo berharap harga ekspor naik terus karena tren produksi menurun,” ujarnya.

Pada 2016 misalnya, produksi karet Sumut sudah turun 2,13% dari tahun 2015 atau tinggal 441.220 ton akibat penebangan pohon karet dan semakin besarnya luas tanaman karet berusia tua. Penurunan produksi ini sudah terjadi sejak 2012 setelah tahun 2011 masih bisa mencapai 537.559 ton.

Petani karet di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Ikmal Harahap, 38, mengatakan, harga karet di tingkat petani sudah mencapai Rp10.000 per kg. Bahkan, untuk karet kering bisa mencapai Rp12- 15.000 per kg. Harga ini terus mengalami kenaikan mulai akhir tahun 2016 lalu.


Sumber: Okezone.com

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 28 Februari 2017 - 13:35 WIB

Harga Ekspor Karet Diprediksi Naik Lagi

Telah dilihat : 1081 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1059 kali

sahabat total episode 1