IHSG Diprediksi Akan Melemah

itoday - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,35% di level 5.409,817 pada akhir sesi perdagangan di 6 Maret 2017. Berdasarkan poros harian dari data Bloomberg, dukungan pertama dan kedua berada pada tingkat 5.394,489 dan 5.379,161.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada tingkat 5417.481 dan 5.425,145. Berdasarkan indikator harian, MACD masih menentukan formasi golden cross di area positif.

Sementara itu stochastic dan RSI berada di zona netral. Namun, gantung pria lilin terdeteksi menandakan koreksi mungkin. Oleh karena itu, indeks akhirnya akan turun antara tingkat 5.394 dan 5.379, pada downside yang untuk melihat ketika IHSG memiliki kemampuan untuk mencoba untuk mengangkat dengan memanfaatkan pergerakan sejumlah pasar Asia dan Rupiah yang bergerak dalam cara yang positif.

"Kami berharap gerakan ini bisa berdiri untuk hari berikutnya. Seperti kami berharap sebelum itu volume pembelian dapat memanfaatkan melemahnya bahwa sebelum memasukkan kembali pasar. Terus menonton sentimen yang dapat mempengaruhi perubahan IHSG movement," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Sementara, laju IHSG mampu berbalik mengalami kenaikan. Pelaku pasar terlihat memanfaatkan pelemahan sebelumnya meski terdapat sejumlah sentimen negatif.

Tampaknya laju bursa saham Asia yang masih bergerak positif yang juga dibarengi dengan kembali meningkatnya rupiah seiring dengan terapresiasinya sejumlah laju mata uang Asia berimbas positif pada laju IHSG.

Sentimen negatif yang menyertai laju IHSG antara lain, pemberitaan dari Tim Ekonom Bank Mandiriyang memperkirakan tekanan bisnis perbankan dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masih tinggi pada 2017 namun, pencadangan permodalan industri perbankan masih cukup untuk mengantisipasi risiko krisis pada bank.

"Tim tersebutmemperkirakan NPL industri perbankan akan meningkat dari akhir 2016 sebesar 2,9% (gross) ke level 3%, namun tidak melebihi 3,5%. Selain itu, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan ketegangan geopolitik setelah Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal," pungkasnya.


Sumber: Sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 20 September 2017 - 11:32 WIB

Deustsche Bank Lobi Pemerintah Beli Saham Freeport

Selasa, , 08 Agustus 2017 - 10:51 WIB

IHSG Dibuka Menguat Tipis

Selasa, , 01 Agustus 2017 - 09:32 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Menguat

Telah dilihat : 1472 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1424 kali

sahabat total episode 1