Banyak Negara Berkembang Iri Pada Produk Sawit Indonesia

itoday - Pertumbuhan kelapa sawit di dalam negeri membuat iri negara berkembang lainnya. Sebab, tanaman sawit hanya mampu tumbuh subur di tanah dengan iklim tropis seperti di Indonesia.

Hal ini dikatakan Direktur Utama BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) Sawit, Dono Boestami di Pangkal Pinang, Rabu (26/4).

"Negara berkembang banyak yang iri, karena tanaman sawit hanya tumbuh di iklim tropis, enggak bisa tumbuh di Amerika, enggak bisa tumbuh di Eropa, mungkin ya," ujar Dono.

Pesatnya pertumbuhan sawit dalam negeri ditunjukkan dengan meningkatnya volume ekspor produk sawit tiap tahunnya.

Menurut data BPDP Sawit, di tahun 2014 Indonesia mengekspor 21,77 juta ton produk sawit. Volume tersebut naik menjadi 26,39 juta ton pada tahun 2015. Sedangkan, di tahun 2016 kembali mengalami peningkatan menjadi 28,26 juta ton dan hingga kuartal pertama 2017 sudah mencapai 6,34 juta ton.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPDP Sawit, Djoko Hendratto mengungkapkan negara berkembang yang iri pada Indonesia hanya mampu menghasilkan soybeen atau minyak kedelai maupun rapeseed yang dikelola menjadi bahan untuk membuat vegetable oil.

Menurut perbandingan hasil olahan per hektarnya, kedua produk tersebut masih kalah dengan kelapa sawit. Dalam 1 hektar kebun sawit bisa menghasilkan 3,85 ton minyak sawit, sementara soybeen hanya menghasilkan 0,45 ton minyak kedelai dan rapeseed 0,69 ton per hektar.

Capaian tersebut menunjukkan negara berkembang terpaksa impor minyak sawit dari Indonesia demi memenuhi kebutuhan minyak makan bagi penduduknya. "Deman (permintaan) minyak sawit itu tinggi mengikuti pertumbuhan penduduk dunia. Kebutuhan minyak makan dunia dari sawit itu on the track," ungkapnya.



Sumber: Merdeka.com

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 03 Februari 2017 - 01:55 WIB

Ini Cara Darmin Tingkatkan Ekspor Kelapa Sawit

Telah dilihat : 1082 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1060 kali

sahabat total episode 1