Nilai Ekspor Kian Merosot, Kini Teh Indonesia Siap 'Serang' Pasar Pakistan

itoday - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi berupaya meningkatkan penetrasi produk teh Indonesia di pasar Pakistan melalui kegiatan-kegiatan promosi.

"KJRI Karachi ingin meningkatkan penetrasi teh Indonesia ke Pakistan, salah satu upayanya adalah lewat promosi yang baru dilakukan di Ocean Mall, Karachi, Pakistan," kata pernyataan pers dari KJRI Karachi, yang diterima di Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Melalui kegiatan yang dilakukan KJRI Karachi di Pakistan, Indonesia mempromosikan teh kayu aro dan rollas berbentuk bubuk atau kantong, serta camilan seperti dadar gulung, risoles, pastel, onde-onde, dan wajik.

Lima negara tujuan utama ekspor teh Indonesia adalah Rusia, Malaysia, Pakistan, Australia, dan Jerman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, nilai total ekspor teh Indonesia dalam tiga tahun terakhir menurun.

Pada 2014, ekspor teh Indonesia senilai USD134 juta, sementara pada 2015 nilai itu turun menjadi USD126 juta dan hanya mencapai USD113 juta pada 2016.

Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Karachi Dempo Awang Yuddie mengatakan penurunan itu juga terjadi pada ekspor teh Indonesia ke Pakistan.

Pada 2015, nilai ekspor teh Indonesia ke Pakistan senilai USD12,4 juta dan angka itu turun menjadi USD9,4 juta pada 2016.

"Untuk itu promosi ini dilakukan untuk meningkatkan 'awareness' konsumen dan importir melalui pembuatan chai (sejenis minuman di Pakistan) dengan teh Indonesia," ujar Dempo.

Konjen RI di Karachi itu menyebutkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya pemasok teh ke Pakistan. Indonesia berada di urutan kesembilan sebagai eksportir teh di bawah Kenya, Rwanda, India, Burundi, Sri Lanka, Tanzania, Vietnam, dan Uganda.

Produk teh impor dan lokal banyak dijumpai di Pakistan karena tingginya konsumsi teh di negara itu. Salah satu kebiasaan masyarakat setempat adalah mengonsumsi teh hitam dengan campuran susu sterilisasi (sebutan lokal chai) yang dinikmati setidaknya tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore.

Pakistan yang berpenduduk 200 juta orang tidak bisa memenuhi kebutuhan teh dari produksi dalam negeri karena lahan untuk menanam teh terbatas akibat faktor geografis dan kontur tanah.

Selain itu, petani lokal menganggap teh kurang menguntungkan dibanding gandum yang masa panennya lebih singkat. Hal itu membuat negara produsen teh berlomba menjadi pemasok kebutuhan teh di Pakistan.



Sumber: Okezone.com

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 03 Agustus 2017 - 15:19 WIB

Disarankan Untuk Dikonsumsi Setiap Hari

Selasa, , 01 Agustus 2017 - 10:21 WIB

Secangkir Teh Sehari Bisa Cegah Pikun?

Telah dilihat : 1082 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1060 kali

sahabat total episode 1