Pemulihan Ekonomi Global Berdampak pada Risiko Utang Indonesia

itoday - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF) Suahasil Nazara mengungkapkan dalam situasi pemulihan ekonomi global sekarang ini, ada beberapa risiko utang yang harus diwaspadai. 

Hal ini untuk mencegah semakin membengkaknya utang negara, meski pemerintah mengklaim posisinya masih aman, yakni sekitar 28% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Seperti diketahui, utang pemerintah saat ini hingga penghitungan Mei 2017 sebesar Rp3.672 triliun atau 28% dari PDB. Namun banyak yang mengatakan bahwa utang ini terlalu besar untuk Indonesia dan dikhawatirkan akan semakin membengkak.

"Jadi risikonya, kalau misalnya mengeluarkan utang sekarang, kondisi dunia lagi volatile, kita akan terpapar kepada risiko yang lebih tinggi. Bunga harus bayar lebih tinggi karena investornya mikir uang ditahan dulu. Atau baru mau membeli utang kalau bunga tinggi," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7/2017).

Maka itu, jika mengeluarkan utang, harus mencari saat yang baik, entah yang sifatnya regular atau sporadik, karena keduanya bagian dari pengelolaan utang juga. 

"Karena itu kalau kita mengeluarkan, baik yang sifatnya regular atau sporadik, harus dicari saat-saat yang tepat. Ini bagian dari pengelolaan juga, lihat kapan nih kondisi globalnya. Kalau melihat tantangan, ada imbas ke budget, jadi mesti di manage waktu, mata uang, besaran yang kita terbitkan," pungkasnya.(Sindonews)

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1726 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1683 kali

sahabat total episode 1