Rupiah Naik Tipis

itoday - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta naik sembilan poin menjadi Rp13.324 per dolar AS pada Kamis pagi.

"Dolar AS melemah seiring dengan aksi jual pelaku pasar yang merespons negatif atas sikap dovish pejabat The Fed menjadi faktor yang menopang mata uang rupiah," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Ia mengemukakan bahwa pejabat The Federal Reserve dari negara bagian Dallas menyatakan kenaikan suku bunga akan merugikan ekonomi Amerika Serikat sementara Ketua The Fed Minneapolis menyebutkan kenaikan suku bunga harus dilakukan secara hati-hati sekali.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pernyataan The Fed bahwa laju inflasi Amerika Serikat yang masih tertahan juga turut membuat aset-aset berdenominasi dolar AS menjadi kurang menarik untuk diakumulasi.

"Inflasi AS yang tertahan akan membuat The Fed semakin ragu menaikkan suku bunganya. Di sisi lain, permintaan atas mata uang hard currency yang bersifat safe haven selain dolar AS turut berimbas cukup negatif pada dolar AS dan berdampak positif pada rupiah," katanya. 

Di sisi lain, Ariston menambahkan, harga minyak dunia yang stabil turut menopang nilai mata uang berbasis komoditas seperti rupiah. Harga minyak jenis WTI Crude berada di level 49,08 dolar AS per barel, dan Brent Crude di posisi 54,11 dolar AS per barel.

"Selain faktor kenaikan harga minyak, situasi geopolitik Korea yang masih panas juga turut memicu aksi jual dolar AS," katanya.

 

Sumber: Antara

Tags #Rupiah

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 22 November 2017 - 10:40 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Terbatas

Selasa, , 21 November 2017 - 11:28 WIB

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Level Rp13.509-Rp13.540

Senin, , 20 November 2017 - 11:24 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat di Level Rp 13.521 Per USD

Telah dilihat : 1735 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1695 kali

sahabat total episode 1