5 Kebohongan yang Sering Disebut Pasien Diabetes Kepada Dokter

itoday - Pasien diabetes diharuskan melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter untuk mengontrol kadar gula darahnya. Agar terlihat baik-baik saja, para pasien kerap kali mengatakan kalimat 'kebohongan' kepada dokter mereka.

"Kadang-kadang, orang tidak memberi tahu dokter mereka tentang kebenarannya," kata ahli endokrinologi dr Alan L. Rubin, MD.

Jika tidak mengatakan yang sejujurnya, menurut dr Rubin bisa memengaruhi pengobatan dan justru membuat kondisi pasien menurun.

Dikutip dari Health, ini lima kalimat kebohongan yang sering disebutkan pasien diabetes:

1. Saya selalu cek gula darah rutin

Hayo, siapa yang suka ngaku-ngaku cek gula darah rutin tapi kenyataannya hanya sebulan sekali? Cek gula darah secara rutin dapat membantu mengendalikan diabetes. Menurut Asosiasi Diabetes Amerika (ADA), 2 dari 3 orang yang mengalami diabetes tidak memeriksa kadar gula darah mereka. 

Dalam sebuah penelitian National Institutes of Health, dari 1.480 orang dengan diabetes tipe 2, 24 persen dari mereka menggunakan insulin, 65 persen menggunakan obat-obatan oral, dan 80 persen yang mengontrol gula darah dengan mengujinya kurang dari sebulan sekali.

dr Rubin merekomendasikan untuk pasien diabetes tipe 1 melakukan cek gula darah 4-7 kali sehari. Sedangkan untuk diabetes tipe 2, sebaiknya ikuti rekomendasi dokter masing-masing, dan disarankan lebih sering bagi yang melakukan pengobatan dengan insulin.

2. Saya selalu minum obat

Menurut penelitian yang dilakukan para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, sekitar 20-40 persen pasien diabetes tidak mengonsumsi obat pengontrol gula darah yang diresepkan dokter.

"Tidak mungkin Anda bisa memperbaiki diabetes jika tidak minum obat," kata dr Rubin.

3. Saya selalu olahraga kok

Hanya 19 persen pasien diabetes melakukan aktivitas fisik. Dalam survei nasional yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, 1 dari 3 pasien diabetes mengatakan tidak pernah sama sekali berolahraga dalam satu bulan terakhir.

Latihan fisik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mendorong sel-sel otot untuk menarik lebih banyak glukosa dari aliran darah. Hasilnya dapat menurunkan gula darah ke tingkat yang lebih baik.

4. Saya makan makanan sehat

Dalam survei internasional baru-baru ini terhadap 652 orang dengan diabetes dari AS, Eropa, India, Jepang, dan Brasil, 50 persen mengakui bahwa mereka tidak benar-benar mengubah pola makan mereka sejak diagnosis awal.

Ketika para peneliti dari University of Washington di Seattle memeriksa kebiasaan makan 1.480 orang dengan diabetes, mereka menemukan bahwa 62 persen makan dengan kurang dari 5 porsi buah dan sayuran sehari. Hanya 17 persen yang mendapat cukup serat dan hanya 19 persen mempertahankan asupan garam mereka hingga ke tingkat yang sehat.

5. Saya tidak depresi!

Stres dan depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kesehatan fisik. Orang dengan diabetes berisiko dua kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan orang yang tidak mengidap diabetes.

Jadi agar tidak terjadi hal demikian, minumlah obat seperti yang ditentukan dan periksakan kadar gula darah seperti yang disarankan.

 

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 13 Februari 2017 - 09:18 WIB

Perokok Berisiko Delapan Kali Lipat Terkena Kanker Paru

Selasa, , 31 Januari 2017 - 11:14 WIB

Kenali Bahaya Tumor Gusi Saat Hamil