Jangan Sembarangan Bersihkan Area Kewanitaan!

itoday - Tujuh dari 10 wanita pernah mengalami keputihan yang disebabkan oleh area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya, dan 5% mengalami infeksi berulang. 

Hasil riset juga menunjukkan hanya terdapat 6 dari 10 perempuan yang mengerti bagaimana cara menjaga kebersihan area kewanitaan, terutama saat menstruasi. Berdasarkan hasil survei lain, bahkan ditemukan bahwa masih terdapat 6 dari 10 perempuan di kota-kota kecil yang hanya mengganti pembalutnya dalam sehari. 

Padahal area kewanitaan merupakan bagian yang amat sensitif dan perlu perlakuan khusus untuk membersihkannya. Seperti dikatakan dr Mery Sulastri, educator & trainer Mundipharma Indonesia. 

“Area kewanitaan memiliki tingkat pH alami di angka 3,8- 4,2. Keseimbangan pH alami perlu dijaga agar bakteri baik atau lactobacillus di area kewanitaan tetap mendominasi. Salah satu senyawa yang mampu membantu pertumbuhan bakteri baik ini adalah prebiotik,” ujarnya dalam acara Grand Launch Betadine Feminine Wash. 

Sabun mandi bukan pembersih yang tepat untuk area kewanitaan ini. Sebab, kadar pH yang terkandung di dalamnya justru akan makin mengganggu keseimbangan pH pada area kewanitaan. Untuk itu, Betadine melengkapi rangkaian feminine care dengan memperkenalkan Betadine Feminine Wash dan Wipes, produk pembersih khusus area kewanitaan seharihari. 

Adi Prabowo selaku Maketing and Innovation Regional Mundipharma mengungkap, berdasarkan hasil data dan survei yang telah dilakukan, kesadaran akan kebersihan area kewanitaan masih sangat kurang. Di sisi lain, Indonesia termasuk negara tropis dengan kelembapan tinggi. 

Hal ini turut berpengaruh pada kesehatan area intim. Pada kesempatan itu dr Mery juga menjelaskan bahwa kondisi vagina yang normal adalah yang mempunyai kadar pH dengan tingkat keasaman 3,8 sampai 4,2. 

Keluhan lendir atau keputihan yang dialami wanita sebenarnya masih normal selama tidak berbau, tidak gatal, tidak dalam jumlah banyak, tidak terlalu encer, tidak terlalu kental, serta tidak memiliki warna yang janggal seperti kemerahan. 

Kondisi keasaman vagina dipertahankan oleh bakteri baik sebanyak 95% dan dengan kadar bakteri jahat sebanyak 5%. Apabila ada perubahan dalam tingkat keasaman vagina, risiko infeksi akan meningkat. 

Sementara itu, masalah pada area kewanitaan yang paling sering ditemui adalah keputihan, yang sebenarnya merupakan gejala dari vaginitis atau lebih dikenal dengan infeksi area kewanitaan. Keputihan ini pun bermacam penyebabnya. 

Dapat diakibatkan oleh bakteri yang ditandai dengan bau amis, disebabkan oleh tricomonas yang ditandai dengan warna putih kehijauan, atau disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan rasa gatal.

 

Sumber: Sindonews

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 22 Juni 2018 - 00:39 WIB

Jangan Sembarangan Bersihkan Area Kewanitaan!