Bayi ini Lahir Dari Rahim Transplantasi, Bagaimana Prosesnya?

itoday - Pada awal Desember 2018 kemarin, Seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar setelah 35 minggu berada di rahim. Ketika lahir, berat dan tinggi tubuhnya sama seperti bayi normal pada umumnya. Beratnya sekitar 2m5 kg dan tinggi badannya 45 cm.

Bayi ini merupakan penerima rahim transplantasi dari seorang wanita yang sudah meninggal.  Seorang wanita yang ingin hamil, maka ia perlu menggunakan organ dari seorang wanita yang telah meninggal dunia. Untuk kasus ini, seorang wanita berusia 32 tahun asal Brasil memiliki sindrom MRKH.

Dokter di Hospital das Clinicas di Universitas Sao Paulo mencoba menjelaskannya dalam jurnal medis bergengsi The Lancet.

Kasus ini bermula ketika ada seorang wanita yang tidak memiliki rahim. Kondisi ini disebut sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH), dimana MRKH adalah kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak adanya vagina, rahim, dan leher rahim.

Lalu dia mendapatkan organ dari seorang wanita berusia 45 tahun yang meninggal karena stroke. Menurut dokter, mereka menanamkan rahim yang disumbangkan oleh pendonor ke tubuh pasien. Kira-kira 11 jam lamanya operasi.

Tak hanya itu, pendonor juga menyerahkan jantung, hati, dan ginjalnya. Dilaporkan si pasien menghabiskan dua hari di perawatan intensif dan diberi obat imunosupresi untuk menghentikan tubuhnya yang menolak organ baru.

Setelah kondisinya membaik, rahim ditransplantasikan kepada pasien wanita yang tidak disebutkan namanya. Pada periode pertama, sekitar 37 hari kemudian, pasien masih mengalami menstruasi secara teratur. Namun proses ini berhasil membuatnya hamil selama tujuh bulan.

Sumber: tribun pekanbaru | foto: tribun pekanbaru/Daily Mai

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 10 Februari 2017 - 13:45 WIB

Ladies, Seperti Ini Kista yang Dianggap Berbahaya

Selasa, , 13 September 2016 - 15:22 WIB

7 Makanan Penurun Kolesterol Jahat