Jangan Pakai Sedotan Plastik, Ini Akibatnya ...

Franchise kopi terkenal Starbucks berencana meninggalkan pemakaian sedotan plastik per 2020. Menurut wakil presiden Starbucks, Colleen Chapman, langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah menjaga lingkungan. Apalagi belakangan keberadaan sampah plastik—termasuk dari sedotan—telah mengganggu ekosistem laut, karena dianggap makanan oleh penghuninya.

Hal tersebut dibuktikan lewat data Get Green Now yang menyebutkan bahwa sedotan plastik adalah jenis sampah plastik terbanyak di laut yang menuruti peringkat ke-11. Bukan hanya itu, pemakaian sedotan plastik dalam waktu lama akan mengganggu kesehatan manusia. Disitat dari Reader’s Digest, berikut ini empat jenis masalah kesehatan yang muncul akibat produk tersebut.

Menyalurkan zat kimia berbahaya

Sebagian besar sedotan plastik yang beredar di pasaran terbuat dari polypropylene. Bahan tersebut berasal dari jenis plastik yang terdapat dari minyak bumi. Kendati Food and Drug Administration atau FDA menyatakan kalau makanan dengan kandungan polypropylene aman, faktanya unsur plastik dari sedotan pun bisa masuk ke dalam air. Studi yang diterbitkan pada jurnal Science membuktikan bahwa senyawa tadi memberikan dampak pada level estrogen, sehingga mempengaruhi kesuburan seseorang, khususnya perempuan.

Memicu perut kembung

Secara tak disadari, saat memakai sedotan berbahan plastik, Anda akan menghirup udara yang masuk lewat lubang. Dokter dan pakar kesehatan Nesochi Okeke-Igbokew mengungkapkan bahwa udara yang terhisap lewat sedotan dalam jumlah berlebih akan memicu aerophagia atau yang lebih dikenal sebagai perut kembung. Akibatnya, Anda akan lebih sering beserdawa untuk melepaskan tumpukan udara berlebih di sistem pencernaan. Malah ada beberapa orang yang merasa mual setelah minum memakai sedotan plastik.

Membuat kulit wajah berkeriput

Penyebab kulit keriput ternyata tak hanya datang dari makanan dan produk kecantikan. Kebiasaan simpel seperti memakai sedotan plastik rupanya berpotensi memicu masalah kulit tersebut. Dr. Sejal Shah, dokter kulit asal Amerika Serikat, menyebutkan kalau menghirup sedotan merupakan kebiasaan yang dapat menimbulkan keriput. Pasalnya, saat memakai sedotan, akan ada otot-otot yang ditarik paksa secara berulang kali. Gerakan tersebut lantas memecah kolagen yang berada di sekitar mulut dan menciptakan lipatan kulit permanen.

Menyebabkan kerusakan gigi

Beberapa orang yang sedang sakit gigi berusaha menghindari sensasi nyeri dengan memakai sedotan saat minum. Faktanya, kebiasaan tersebut malah tidak direkomendasikan, sebab gula, soda, asam, dan hasil minuman lainnya akan tetap menyentuh gigi. Malah, minuman yang Anda hisap dari sedotan plastik akan langsung masuk ke gigi geraham yang dalam jangka waktu lama berpotensi menciptakan lubang pada gigi. Selain itu, sedotan plastik yang pemakaiannya kurang tepat malah akan membuat warna gigi Anda cepat berubah. Semoga Anda semakin hati-hati saat menggunakan sedotan plastik! 

(Sumber: berbagai sumber / Photo credit: unsplash.com)

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 11 Januari 2019 - 01:49 WIB

10 Manfaat Tertawa yang Tidak Anda Sadari

Senin, , 31 Desember 2018 - 18:24 WIB

Ini Keyword Kesehatan Paling Banyak Dicari di Google

Senin, , 24 Desember 2018 - 10:40 WIB

Jangan Pakai Sedotan Plastik, Ini Akibatnya ...