Ini Keyword Kesehatan Paling Banyak Dicari di Google

Sebagai salah satu mesin pencari populer di dunia, Google merekam setiap aktivitas pencarian yang dilakukan orang-orang di dunia maya. Data yang mereka kumpulkan pun mencakup kata kunci yang kerap ditelusuri user, termasuk tema kesehatan sepanjang 2018.

Ya, sekarang Anda tak harus pergi ke dokter, klinik, atau rumah sakit untuk mengetahui jenis penyakit atau gangguan kesehatan lain. Berikut topik kesehatan yang sering dicari selama 2018 lewat Google.

· Demam Berdarah Dengue

Demam darah dengue atau DBD adalah penyakit yang membuat pasien mengalami sensasi nyeri luar biasa. Bahkan sakit tersebut sering dikeluhkan terasa sampai ke tulang. Pencarian dengan kata kunci DBD biasanya mengalami peningkatan pada akhir Mei atau saat intensitas hujan mulau menurun. Pada saat itu, genangan air menjadi lebih tenang dan cocok dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan DBD.

· Kesehatan mental

Topik mental health awareness selama beberapa tahun terakhir memang semakin sering didiskusikan. Hal ini menjadi kabar baik, sebab gangguan yang terjadi pada mental seseorang masih dianggap tabu di beberapa negara. Edukasi yang tepat seputar mental illness dan penanganannya akan membantu orang-orang untuk mencari pertolongan ke ahlinya, terutama kalau mereka merasa ada yang salah dengan kondisi mentalnya. Dengan begitu, mereka bisa menghadapinya lewat tindakan-tindakan yang tepat.

· Sulit tidur/insomnia

Tahukah Anda bahwa setidaknya 93% dari total masyarakat mengalami gangguan tidur seperti insomnia? Orang-orang yang kurang atau sulit tidur biasanya akan mencari penyebab dan cara untuk mengatasinya melalui mesin pencari Google. Tidur kurang nyenyak atau tidak memenuhi anjuran normal akan mengacaukan jam biologis tubuh. Dampak yang ditimbulkan tak hanya akan mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mental.

· Warna feses

Mungkin hanya segelintir orang yang tahu bila warna feses dapat menjadi tanda kondisi kesehatan Anda. Ada feses yang warnanya lebih gelap atau muda dari warna normal, tetapi ada juga feses yang memiliki warna menyerupai makanan yang baru disantap. Perubahan warna feses inilah yang mengantarkan para user untuk mencari informasi akurat melalui situs-situs web medis di Google. Di sisi lain, pemeriksaan pun diperlukan untuk menentukan penyebab pastinya.

· Studi kesehatan

Sepanjang 2018, ada banyak studi tentang kesehatan yang diterbitkan para ilmuwan di bidang tersebut. Misalnya, riset interstitum yang dilakukan para peneliti di Philadelphia dan New York. Interstitum adalah jaringan ruang yang berisi cairan di dalam jaringan. Tim ilmuwan yang menemukan jaringan ikat ini di seluruh tubuh manusia, mencakup saluran cerna, paru-paru, bagian bawah permukaan kulit, dan kemih. Adapun studi seputar DNA mitokrondria yang ternyata bisa diwariskan dari ayah, bukan hanya ibu. Semoga informasi ini bermanfaat! (sumber: health.detik.com)

 

Tags #Kesehatan

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 11 Januari 2019 - 01:49 WIB

10 Manfaat Tertawa yang Tidak Anda Sadari

Senin, , 31 Desember 2018 - 18:24 WIB

Ini Keyword Kesehatan Paling Banyak Dicari di Google

Senin, , 24 Desember 2018 - 10:40 WIB

Jangan Pakai Sedotan Plastik, Ini Akibatnya ...