Ciptakan Susu Tinggi Protein untuk Sixpack Alami

 

itoday -  Binaragawan yang cukup aktif 'berbagi ilmu' di Instagram, Christian Dicky, mengaku butuh bertahun-tahun untuk menciptakan perut sixpack. Perut kotak-kotak yang kerap dia pamerkan di akun media sosial berbagi foto pribadinya, @christiandicky,tidak terjadi dalam semalam.

Selain getol melakukan olahraga di pusat kebugaran (gym), yang dia mulai untuk pertama kali pada 2010, ayah satu orang anak ini tak malu mengaku bahwa dia juga rutin mengonsumsi susu fitnes tinggi protein penambah massa otot.

 "Bukannya tanpa sebab menginginkan perut sixpackDengan adanya massa otot dalam jumlah tertentu, selain postur tubuh saya yang berubah, kepercayaan diri jadi meningkat karena penampilan yang tampak lebih oke juga," kata Dicky saat berbincang dengan Health Liputan6.com belum lama ini.

Dicky pun tak heran kalau akhir-akhir ini fitnes seolah menjadi aktivitas paling populer di kalangan kaum urban Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, sebuah studi dari Ken Research, diprediksi bahwa industri fitnes Indonesia akan terus bertumbuh, bahkan hingga Rp5 triliun pada 2020. 

 

Melihat data yang kemudian digabungkan dengan kebiasaan minum susu fitnes tinggi protein, Dicky lalu menjadikan itu peluang menciptakan produk buatan sendiri. 

"Bicara tentang membentuk otot, tentu tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan akan protein," katanya.

Tanpa asupan protein yang cukup, jelas Dicky, otot menjadi sulit berkembang. Ketika asupan terlalu sedikit pun, aktivitas fitnes yang dilakukan hanya akan merusak sel-sel otot. Perut menjadi tak sixpack.

Perut Sixpack Harus Banyak Konsumsi Protein

Dia sendiri tak memungkiri bahwa cara terbaik untuk mendapatkan massa otot dengan mengonsumsi sumber-sumber protein yang tersedia dia alam. Terlebih di Indonesia ini, masyarakatnya mudah sekali menemukan sumber-sumber protein hewani yang beragam. 

Hanya saja, kesadaran masyarakatnya masih sangat rendah. Gaya hidup yang mereka jalankan pun bukannya memperbanyak konsumsi serat dan protein, malah memperbanyak konsumsi karbohidrat.

"Tentu saja itu menjadi penghambat. Alhasil, jumlah protein menjadi sedikit dan asupan karbohidrat yang banyak," ujarnya.

Hal itu juga yang memantapkan Dicky untuk menciptakan susu fitnes tinggi protein sendiri. Yang bahan-bahannya dipastikan aman, dengan harga yang tentunya ramah kantong.

“Kebanyakan susu fitness masih perlu impor, sehingga harganya selangit. Susu fitness lokal yang sudah tersertifikasi sebetulnya ada, akan tetapi belum ada rasio proteinnya yang tinggi dan bila dikalkulasi harganya lebih mahal ketimbang suplemen import.” kata Dicky. 

Evolene, begitulah dia menamakan brand susu fitnes tinggi protein kepunyaannya. Beda dari produk sejenis, Evolene Whey Protein terbuat dari penyaringan susu sapi jenis Brown Swiss dari kota kecil di Evolene, Switzerland.

"Kota ini sejak dulu terkenal akan susu sapi yang berkualitas, susu yang rendah laktosa, tinggi protein, dan kaya kalsium," kata Dicky menjelaskan.

Proses pembuatan susu tersebut menggunakan teknologi multiphase filtrasi biology, yang dapat mengeliminasi laktosa, lemak, dan meningkatkan kemurnian setiap gram proteinnya. Sehingga, tubuh dengan mudah menyerapnya, dan proses pembentukan otot berjalan cepat selama diikuti dengan olahraga beban yang rutin. 

“Satu takaran saji whey protein ini sama dengan 25 gram protein, atau setara dengan satu porsi dada ayam ukuran 100 gram. Kandungan lemaknya pun sangat rendah, hanya 1 gram dengan total kalori 125 kalori per sajian,” kata Dicky menjelaskan.

Dicky menjamin keamanan dari Evolene Whey Protein buatannya itu. Sebab, produk tersebut sudah lulus Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)

"aman dikonsumsi jangka panjang selama sesuai dengan saran yang dianjurkan," katanya.

Namun, Dicky menekankan bahwa produk ini bukanlah minuman instan yang mampu mengubah tubuh jadi berotot dalam waktu sekejap. Namun, sangat efektif dalam menyuplai kebutuhan protein tubuh untuk pembentukan otot.

Tak lupa, Dicky pun menyelipkan sejumlah latihan dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebelum memulai fitnes, bagi siapa saja yang membeli produknya. Termasuk program diet yang sesuai dengan gaya hidup orang tersebut. 

Informasi mengenai teknik yang benar dan kesalahan gerakan, dan semua hal mengenai kesalahan yang sering dilakukan para pemula atau fitness beginner akan dibahas. 

 

Sumber Berita : Liputan6.com / Foto : images.searh.yahoo.com

 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 05 Juli 2019 - 16:25 WIB

Pusat Kebugaran adalah Puskesmas yang Nyata

Jumat, , 05 Juli 2019 - 11:54 WIB

Mulai Gaya Hidup Sehat dengan 8 Cara Ini