Mana Yang Lebih Baik Untuk Dikonsumsi, Lemak Atau Karbohidrat?

itoday - Katanya, terlalu banyak makan lemak bisa bikin tubuh Anda gemuk. Tapi bagaimana dengan terlalu banyak makan nasi atau makanan yang mengandung karbohidrat? Apakah juga bisa bikin angka timbangan berat badan melonjak? Berikut adalah penjelasannya.

Apa yang terjadi kalau terlalu banyak makan lemak?

Sudah jadi rahasia umum jika makan makanan yang berlemak bisa berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah peningkatan berat badan. Kebanyakan orang percaya bahwa lemak memang menjadi satu-satunya penyebab dari timbangan berat badan yang terus-terusan bertambah. Tapi apakah benar?

Terlalu banyak makan lemak memang akan membuat ukuran tubuh Anda membesar, timbangan berat badan bertambah, dan perut semakin buncit. Sebenarnya di dalam tubuh, lemak dibutuhkan untuk melakukan berbagai fungsi seperti berperan dalam pembentukan hormon, pencernaan vitamin, dan cadangan energi. Berbagai manfaat tersebut tentu akan berubah menjadi sesuatu yang buruk jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.

Ketika sudah tidak dibutuhkan lagi, namun jumlah di dalam tubuh masih banyak, maka lemak-lemak tersebut akan ditimbun oleh tubuh menjadi cadangan energi. Lemak yang menjadi cadangan energi tersebut disimpan di dalam sel khusus yang disebut dengan sel adiposa. Di dalam sel adiposa ini, bisa menyimpan energi sebanyak 50-60 ribu kalori.

Jika Anda punya banyak sel adiposa di dalam tubuh, berarti energi yang Anda timbun saat ini sangat berlimpah, hingga membuat berat badan Anda bertambah.

Bagaimana dengan makan karbohidrat terlalu banyak?

Pada dasarnya, semua makanan yang memiliki nilai kalori di dalam tubuh akan diubah menjadi simpanan lemak. sama seperti Anda makan makanan pokok yang hampir semua kandungannya terdiri dari karbohidrat. Entah itu nasi, mie, pasta, kentang, atau makanan pokok lainnya. Ketika semua makanan tersebut masuk ke dalam tubuh, maka sumber karbohidrat akan langsung diproses dan dicerna untuk menjadi bahan bakar energi tubuh.

Namun, apabila Anda mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, tubuh tidak akan menggunakan semuanya untuk diubah menjadi energi. Tergantung dengan kegiatan yang Anda lakukan juga. Semakin banyak dan berat kegiatan yang Anda lakukan, tubuh butuh energi dalam jumlah yang banyak. Maka karbohidrat yang akan diubah jadi energi pun juga akan banyak. Jika tidak, maka karbohidrat tersebut akan langsung disimpan ke di dalam tubuh untuk dijadikan cadangan energi.

Cadangan energi ini tersimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Ya, sisa karbohidrat yang kelebihan tersebut pada akhirnya menjadi lemak yang membuat perut Anda buncit, paha membesar, lingkar panggul dan pinggang menjadi lebih lebar. 

Lalu mana yang lebih baik untuk dikonsumsi, lemak atau karbohidrat?

Apapun yang berlebihan tentu saja tidak baik bagi kesehatan Anda, termasuk terlalu banyak makan lemak dan karbohidrat. Keduanya memiliki peluang yang sama untuk membuat Anda gemuk – jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Apabila Anda tidak ingin perut semakin buncit dan badan bertambah berat, maka Anda harus mengatur porsi makan Anda setiap hari. Pengaturan porsi makan dapat membuat berat badan Anda terjaga, bahkan berkurang – bila Anda merencanakan untuk menurunkan berat badan.

Kemudian bagaimana jika Anda sudah terlanjur terlalu banyak makan lemak atau karbohidrat? Untuk membuat ukuran tubuh Anda kembali, selain mengatur porsi makan sesuai dengan kebutuhan, Anda harus menggunakan semua cadangan energi yang tertimbun tersebut – entah itu yang berasal dari karbohidrat atau lemak.

Anda dapat memaksimalkan penggunaan cadangan energi di dalam tubuh dengan cara melakukan olahraga yang rutin. Jika Anda tekun dalam menerapkan pola hidup yang sehat, memerhatikan porsi makan serta berolahraga yang rutin, maka Anda bisa mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan sesuai dengan kemauan Anda.

Sumber :hellosehat.com / Gambar : Tribunnews.com

Komentar

Artikel Terkait