6 Alasan Anda Sebaiknya Berhenti Fitnes untuk Sementara

itoday - Latihan fisik secara rutin sangat baik untuk kesehatan, menjaga berat badan tetap ideal juga meningkatkan mood positif. Tapi ada saat-saat tertentu dimana fitnes, olahraga atau latihan tidak perlu dilakukan. Terlalu bersemangat dan berlebihan dalam berolahraga juga tidak baik karena tubuh butuh istirahat. Ini tujuh kondisi fisik yang membuat Anda sebaiknya tidak latihan fisik.

1. Tidak Enak Badan
Olah fisik bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi bukan berarti untuk menyembuhkan flu atau pilek, lantas Anda harus nge-gym. Pendiri klub kebugaran di Nifty After Fifth di California, Sheldon Zinberg, M.D. menuturkan, sebaiknya pelajari kondisi tubuh apakah olahraga aman untuk Anda atau justru berbahaya. Apabila hanya sekadar hidung berair, bersin-bersin dan agak sesak maka fitnes masih mungkin dilakukan. Tapi jika merasakan dingin pada dada dan nyeri pada seluruh tubuh, maka Anda harus istirahat dan absen olahraga. 

2. Siklus Haid Tidak Teratur
Fitnes seharusnya membuat siklus haid jadi lebih teratur. Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya, berarti ada yang salah dengan pola latihan Anda. "Tidak umum bagi wanita yang rajin dan rutin latihan mengalami perubahan siklus menstruasi," terang Jeannine L. Stuart, Ph.D., presiden AREUFIT Health Services, Malvern, Alabama.
Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan bisa menyebabkan amenorrhea, yaitu absennya/tidak datangnya haid. Ada beberapa sebab kenapa menstruasi tidak datang setiap bulannya. Salah satunya karena level estrogen yang terlalu rendah, yang berindikasi pada meningkatnya risiko osteoporosis. Ada baiknya Anda berhenti dulu fitnes apabila mengalami amenorrhea dan berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

3. Kelelahan
Biasanya setelah fitnes Anda akan merasa lebih baik dan segar, karena aktivitas fisik melepaskan hormon pemicu rasa senang. Tapi bila Anda justru kelelahan setelah nge-gym, kemungkinan Anda mengalami burned out (rasa lelah yang teramat sangat) akibat latihan berlebihan. Kurangi intensitas latihan dengan absen dari beberapa kelas fitnes yang Anda ikuti, atau 'libur' dulu beberapa hari untuk pemulihan tubuh. 

4. Kurang Tidur
Jika Anda sulit tertidur atau tidur kurang nyenyak, kemungkinan itu gejala latihan yang terlalu berlebihan. "Orang mengira bahwa dengan banyak latihan bisa meningkatkan kualitas tidur, tapi efeknya bisa sebaliknya," tutur Jeannine.
Jika pola tidur Anda jadi berantakan setelah fitnes, segera ambil 'cuti' pergi ke gym selama beberapa hari. Selain mengistirahatkan fisik, otot juga bisa terbentuk saat Anda dalam proses recovering.

5. Sakit Otot
Anda masih mungkin berolahraga apabila hanya mengalami sakit ringan pada otot, dengan panduan latihan dari trainer. Tapi apabila rasa sakitnya cukup parah, Larry Birnbaum, Ph.D., pimpinan latihan fisik di College of St. Scholastica, Minnesota menyarankan untuk berhenti fitnes sementara waktu. Jika tetap berlatih saat sakit otot, risiko mengalami cedera lebih besar.

6. Sakit Perut
Jangan memaksakan fitnes jika perut sedang kram, mual atau diare. Saat diare atau muntah-muntah, tubuh kemungkinan besar mengalami dehidrasi. Bila Anda tetap latihan maka gejala dehirasi akan semakin parah. Pastikan Anda minum cukup air putih untuk memperbaiki sistem pencernaan dan bila perlu berobat ke dokter. Setelah gangguan di perut mereda, Anda bisa lanjut nge-gym lagi.

 

Sumber Berita : wolipop.detik.com / foto : 

 

Komentar

Artikel Terkait