Lidah Buaya Jadi Penangkal Polusi Udara Paling Ideal di Dalam Ruangan

itoday - Berdasarkan pantauan AirVisual beberapa waktu lalu, Jakarta dinobatkan menjadi kota dengan polusi udara tertinggi di dunia. Hal ini tentu menjadi ancaman untuk sebagian orang yang rentan, seperti anak-anak.

Anak-anak pasti rentan sakit ketika terpapar polusi udara setiap hari. Sayangnya, orangtua malah mengabaikan bahaya tersebut dengan tidak memproteksi si kecil saat di ruang publik.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan, bahaya polusi udara buat anak sebagian besar mirip pada orang dewasa. Indikasinya susah napas, sakit tenggorokan, bahkan mengarah pada risiko asma.

"Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga akan muncul. Dalam jangka panjang, kanker paru, PPOK, stroke sampai jantung juga akan muncul," ucap Dr Agus saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Dia menegaskan, penelitian di luar negeri membuktikan buruknya kualitas udara bisa menimbulkan risiko kanker pada anak lebih cepat. Hal inilah yang harus dikhawatirkan karena tumbuh kembang anak bisa terganggu.

Sementara itu, ketika anak-anak terpapar polusi udara terus-menerus, bisa menurunkan fungsi kognitifnya. Anak-anak jadi berpikir lemot hingga nilai pelajaran di sekolahnya menjadi jelek.

Komentar

Artikel Terkait