Remaja Takut Bahas Sex Education dengan Orangtua, Ini Penyebabnya

Ilustrasi

itoday - Anak remaja mengaku banyak yang takut membahas sex education dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya ketika membahas sex education dengan orangtua di lingkungan keluarga.

Padahal sex education tak boleh diremehkan oleh kalangan remaja. Pastinya ada dampak buruk yang mengancam, saat anak remaja tidak terbiasa dengan sex education.

Diakui Psikolog Inez Kristanti, anak remaja selama ini banyak yang mengutarakan pertanyaan tentang seksualitas. Namun tak sedikit orangtua yang memberikan informasi kredibel dan disampaikan dengan gamblang.

"Kalau membahas sex education, mereka takut di-judge sama orangtua dan takut cari informasi. Jadi harusnya bisa dibantu cari informasi yang netral," ucap Inez di sela acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Menurut Inez, ada faktor terbesar yang membuat orangtua takut memberikan sex education kepada anaknya. Misalnya, setelah anaknya tahu banyak tentang seksualitas, dikhawatirkan langsung takut coba-coba.

Jangan salah kaprah lho, bisa jadi hal sebaliknya dilakukan anak remaja, saat mereka tambah penasaran dengan sex education. Saat mereka ingin tahu banyak tentang seksualitas, sebaiknya orangtua juga jangan langsung menghakimi.

"Salah kaprahnya orangtua ketika memberi informasi malah melakukan hal yang enggak bertanggung jawab. Remaja kalau dilarang ya dilakuin juga. Kalau diancam ketika ingin tahu, ya mereka cari sendiri," ungkap Inez.

Helena Rahayu Wonoadi CSR Director of RB Indonesia menuturkan, berdasarkan surveinya, sebanyak 61 persen takut dihakimi orangtua kalau tanya soal seks. Akhirnya banyak anak remaja membicarakan soal seks kepada teman sebayanya.

"Ternyata banyak orangtua bimbang menyampaikan topik seks. Akhirnya 57 persen lebih nyaman ngomomgin seks sama teman," papar Helena.

Untuk itu, orangtua sebaiknya jangan tabu lagi kalau memberikan sex education kepada anak remaja. Pikirkan dulu dampak buruknya, seperti mengarah pada seks bebas dan beberapa hal lain.

Sedini mungkin berikan penjabaran sex education kepada anak-anak, baik di usia balita hingga remaja. Oleh karenanya, mereka sangat membutuhkan hal tersebut.

 

Sumber berita : okezone

Sumber foto : durex.co.id

Komentar

Artikel Terkait