Sarabba, Minuman Hangat Khas Sulawesi Selatan yang Wajib Dicoba

itoday - Masyarakat Sulawesi Selatan punya minuman khusus saat malam hari, terutama saat acara kumpul-kumpul. Minuman itu memiliki khasiat yang menghangatkan dan mengembalikan stamina. Minuman itu disebut sarabba. 

Minuman itu terkenal di seluruh daerah Sulsel, dari pelosok desa hingga perkotaan. Sebagian besar masyarakat menyukainya. Rasanya sedikit pedas, tetapi aromanya begitu menggoda untuk menikmati malam. 

Meski rasa dan bahannya hampir sama, sarabba berbeda dengan bajigur, minuman khas Jawa Barat. Minuman tradisional masyrakat Sulsel itu dibuat dari campuran jahe, gula merah, santan, dan sedikit merica. Merica inilah yang memberi rasa yang unik dan berbeda dengan minuman lainnya.

Biasanya, sarabba dijual dalam tiga varian. Ada sarabba original tanpa tambahan yang lain. Kemudian ada sarabba telur, yang menambahkan kuning telur pada satu gelas sarada. Dan yang terakhir adalah sarabba dicampur dengan susu. Masing-masing varian memiliki cita rasa tersendiri.

Penjual sarabba biasanya mematok harga mulai Rp7.500 sampai Rp10 ribu. Bagi yang berwisata ke Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, diharuskan untuk menikmati minuman itu. Para penjualnya sangat mudah ditemukan di sepanjang Jalan Sungai Cerekang Kota Makassar. 

Pembuatan sarabba

Sarabba terbuat dari bahan-bahan yang bisa ditemukan di sekitar lingkungan kita. Sehingga, pembuatannya tergolong mudah. Bahan itu seperti jahe, gula aren, kayu manis, kuning telur, santan, dan merica bubuk. 

Pembuatan sarabba dimulai dengan merebus air bersamaan dengan gula aren sesuai takaran. Kemudian air diaduk agar gulanya cepat meleleh dan tercampur rata. Sementara itu, jahe dicuci bersih dan dimemarkan dengan cara dipukul agar kandungan jahe mudah tercampur dengan gula dan air. 

Waktu perebusan tidak ditentukan, tergantung sari-sari jahenya keluar dan bercampur rata dengan air gula. Setelah itu, masukkan santan dan aduk perlahan agar santannya tidak pecah sampai mendidih. Kalau sudah mendidih, tambahkan sedikit bubuk merica.

Sarabba kemudia diangkat dan disaring sisa jahe dan kayu manis yang tidak hancur. Sajikan saat masih panas, sarabba paling paling pas dimakan dengan pisang, ubi atau gorengan jenis lainnya.

 

Sumber: makassar.terkini.id, hellomakassar.com

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1735 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1695 kali

sahabat total episode 1