Apa Motif Rohandi Ngamuk di Polsek Penjaringan?

itoday - Seorang pria bergolok bernama Rohandi (31) menyerang Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, dini hari tadi seorang warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.  Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu buah tas ransel warna hijau, satu bilah golok bergagang kayu warna coklat dan bersarung bahan warna hitam, satu bilah pisau babi bergagang besi, satu buah topi, satu buah jaket warna hitam merah, dan satu unit sepeda motor.

Insiden ini mengakibatkan satu orang polisi atas nama Ajun Komisaris M. A. Irawan mengalami luka ringan di bagian tangan sebelah kanan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah motif terorisme melatarbelakangi penyerangan sejumlah polisi di Mapolsek Metro Penjaringan ini.

"Sedang diperiksa pelakunya oleh tim gabungan Densus 88 dan Polda Metro Jaya. Masih didalami dulu latar belakang pelaku agar jelas motifnya," ucap Dedi lewat pesan singkat pada Jumat (9/11).

Saat ini Rohandi menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Penjaringan. Dia mengalami luka tembak di pangkal lengan karena tetap melawan polisi meski telah diberi peringatan.

Rohandi datang mengendarai motor dan memarkirkannya di luar gerbang. Dia langsung turun dan disapa oleh petugas SPK Brigadir Sihite. Namun Rohandi malah menyerang petugas tersebut.

"Kemudian pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi yang kemudian anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat (9/11/2018).

Brigadir Sihite kemudian berlari ke arah SPK untuk meminta bantuan temannya. Rohandi pun mengejar dan terus berusaha menyerang Sihite. Argo menyebut Rohandi melemparkan pisau hingga mengenai AKP Irawan, yang sedang berada di lokasi.

"Pelaku terus menyerang dengan berteriak 'Allahu Akbar... Allahu Akbar...' dan pelaku melempar pisau babi yang dipegang di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya sambil menyerang petugas kepolisian dan korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku dan mengenai tangannya, menimbulkan luka ringan," ujar Argo.

Rohandi kemudian melihat Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto, yang ada di Ruang PPA. Dia kemudian balik menyerang dua polisi tersebut.

Motif Rohandi sudah diketahui. Dari pemeriksaan awal, Rohandi mengaku depresi karena mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.

Tak hanya itu, Rohandi juga memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok. Aipda Giyarto memberi tembakan peringatan tapi Rohandi masih menyerang.

Selain itu, Rohandi memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok. Rohandi kemudian dapat dilumpuhkan setelah diberi tembakan peringatan oleh petugas.

(krd | Berbagai sumber | foto : CNN indoneisa)

Komentar

Artikel Terkait