Hotman Paris Ungkap Ada Surat Larangan Keluarga Korban Lion Air Menggugat

itoday - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengajak para keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang mengajukan gugatan ke perusahaan Boeing di Amerika Serikat. 

Kabar tersebut diperoleh Hotman Paris dari keluarga korban, terutama setelah mereka dijanjikan santunan sebesar Rp 1,25 miliar oleh pihak Lion Air.

Menurut Hotman Paris, dalam surat itu keluarga korban dilarang menggugat pihak Lion Air apabila sudah mendapat uang santunan.

"Yang jadi masalah, ada dugaan oknum perusahan penerbangan sudah mengedarkan surat yang isinya kalau Anda menerima kompensasi sesuai aturan Kemenhub yang jumlahnya Rp 1,25 miliar, maka you tidak boleh gugat lagi di mana pun (dalam dan luar negeri)," tutur Hotman di Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11/2018).

Hotman Paris mengatakan seharusnya pihak keluarga tidak dibatasi untuk mengajukan gugatan ke depannya.

"Jadi inilah, kita imbau Kemenhub agar memerintahkan kepada Lion Air bahwa kompensasi yang diatur dalam Menhub itu berlaku untuk kecelakaan apa pun. Misalnya kalau pesawat jatuh karena halilintar, tetap itu bayar. Tapi kalau ada dugaan kelalaian, maka keluarga bebas menggugat di luar itu," jelas dia.

Hotman bersama firma hukum Ribbeck Law Chartered yang berasal dari Chicago pun meminta keluarga korban memperhatikan adanya surat edaran tersebut. Terlebih, ganti rugi dari pihak perusahaan Boeing akan lebih besar dibanding pemberian Lion Air.

"Kalau dari perusahaan penerbangan datang menghubungi untuk memberikan kompensasi, dari Kemenhub yang jumlahnya kecil, lebih bagus tunda dulu agar jelas dulu masalahnya di Pengadilan Chicago. Karena kalau benar terbukti ada tidak layak, maka kompensasinya jauh lebih besar. Karena kewajiban Lion itu setiap waktu ada bisa diambil," kata Hotman.

Salah satu keluarga korban Lion Air jatuh, Ramli Abdullah, membenarkan adanya surat edaran dari Lion Air yang melarang gugatan setelah dana santunan dicairkan. Mertua anggota DPRD Bangka Belitung atas nama Dolar itu pun masih mempertimbangkan proses pencairan uang ganti rugi tersebut.

"Ya itu surat edaran sudah sampai di anak saya. Tapi saya sudah bicara ke anak saya jangan teken apa pun dan jangan terima. Hanya berita saja dari isu-isu yang beredar di lapangan dari lawyer Lion Air. Diminta supaya kalau sudah terima santunan, maka tidak boleh ada tuntutan di pihak mana pun, enggak berhak menuntut lagi," ujar Ramli.

 

Sumber: Berbagai Sumber/Foto:Tribunnews

Komentar

Artikel Terkait