Laporkan Adanya Politik Uang, 'Ada Hadiah Rp 1 Juta'

itoday - Warga Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak pada 17 April 2019. Bawaslu saat ini benar-benar harus meningkatkan pengawasan Pemilu 2019.

Untuk mecegah hal itu, ada hal unik yang dilakukan oleh Kapolres Solok Kota, Sumatera Barat, AKBP Dony Setiawan akan memberikan hadiah bagi masyarakat yang berani melaporkan adanya politik uang saat masa tenang dan menjelang pemungutan suara Pemilu Serentak 17 April mendatang.

"Kami mengadakan diskusi dan pertemuan dengan calon legislatif dan Ketua partai untuk membahas dan menyamakan persepsi tentang politik uang," kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan di Solok, Minggu (15/4) malam. Seperti dikutip Antara.

Pihaknya akan memberikan hadiah uang Rp 1 juta jika ada masyarakat yang berani melaporkan politik uang dan buktinya menjelang hari pencoblosan. Menurutnya, politik uang tidak boleh menjadi satu-satunya cara menghalalkan diri untuk memperoleh kekuasaan.

"Bagaimana dengan nasib calon anggota legislatif yang tidak mempunyai uang? tentu akan langsung kalah. Maka itulah harus dilawan agar demokrasi berjalan adil," ujarnya.

Sebelumnya, Pelanggaran terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, warga memergoki Nurul, istri Caleg DPRD Kota Probolinggo Dapil 2 dari PDIP bernama Mochamad Bebun saat sedang membagikan amplop berisikan uang kepada sejumlah warga yang ada di Perumahan Prasaja Mulya, Sabtu (13/4) lalu.

Perempuan yang juga ASN di Diskoperindag Kota Probolinggo itu membagikan uang nominal Rp 100.000-200.000, yang dimasukkan ke dalam amplop, kepada setiap warga.

Seperti dikutip Kumparan, Sutanto (53), warga Perumahan Prasaja Mulya, mengatakan sempat memergoki Nurul saat sedang membagikan amplop berisikan uang kepada sejumlah warga yang ada di Perumahan Prasaja Mulya.

“Saya sedang mengambil jahitan di penjahit yang tak jauh dari rumah saya. Kemudian saya melihat langsung Nurul yang merupakan istri dari Bebun, salah satu Caleg DPRD Kota Probolinggo Dapil 2, sedang membagikan uang, lalu saya tangkap dan buktinya saya serahkan ke Bawaslu,” katanya saat di Kantor Bawaslu, Sabtu siang (13/4/2019).

Sutanto juga menuturkan bahwa perempuan warga Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu membawa uang sebesar Rp 1,9 juta di dalam tasnya.

Komentar

Artikel Terkait