'Timbulkan Kegaduhan', MUI Minta KPI Hentikan Tayangan Quick Count

itoday - Polemik penghitungan suara secara cepat melalui Quick Count menjadi masalah dikalangan masyarakat.

Seperti dikutip dari Sindonews, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengentikan penyiaran hasil quick count yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Pengumuman hitung cepat yakni quick count sudah berlangsung, pernyataan MUI tegas meminta untuk dihentikan, sekaligus meminta kepada KPI yang mempunyai kewenangan terhadap penyiaran untuk tidak meyiarkan tayangan quick count lagi," kata ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin di kantor MUI, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Din Syamsudin beranggapan bahwa langkah ini diambil karena hasil quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survei mempunyai efek buruk terhadap proses demokrasi bangsa.

"Terlihat Dampak dari penayangan sudah di depan mata dan itu menganggu. Kalau seandainya yang terpengaruh quick count meneruskan euforia di jalan-jalan ini sangat menggangu," jelasnya. 

Sementara itu, Cawapres Sandiaga Uno meminta masyarakat untuk terus bersemangat dan mengawal C1 Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikan Sandi dalam akun Instagram Story miliknya, Jumat (19/4/2019) malam.

"Selamat malam untuk seluruh masyarakat Indonesia. Semangat selalu, kawal terus C1," tulis Sandiaga.

Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count, kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 119 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 133 kali

Kambing Naik Alphard