Gagalnya Jokowi Tembus Benteng Prabowo di Jawa Barat

Prabowo Subianto diprediksi kembali unggul di Jawa Barat di Pilpres 2019. Berdasarkan hasil hitung cepat CSIS dengan 100 persen suara masuk hingga Kamis (18/4), Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno meraup 61,24 persen suara. Jumlah ini selisih cukup jauh dengan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang memperoleh 38,76 persen suara. 

Hasil hitung cepat ini seolah mengulang perolehan suara Pilpres 2014. Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menang telak di Jabar dengan perolehan suara mencapai 59 persen. Sementara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya memperoleh sekitar 40 persen suara. 

Pengamat politik Universitas Padjajaran Firman Manan mengatakan, dominasi suara untuk Prabowo-Sandi di Jabar tak lepas dari karakteristik religius pemilih di tanah pasundan. Selain itu, sejumlah isu yang diembuskan sejak Pilpres 2014 mulai dari PKI hingga kriminalisasi ulama yang ditudingkan pada Jokowi juga dinilai 'berhasil'.

"Nyaris tidak ada perubahan suara dari 2014. Artinya basis massa Prabowo memang cukup kuat dan kelihatannya terawat didukung isu terkait sentimen agama ini," ujar Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/4). 

Berbagai dukungan dari ustaz beberapa waktu belakangan juga dinilai berpengaruh pada perolehan suara Prabowo-Sandi di Jabar. Sebut saja ustaz Abdul Somad, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, hingga Adi Hidayat.

"Itu ikut memberi pengaruh cukup besar pada para pemilih," katanya. 

Komentar

Artikel Terkait