Ulama Madura Ancam Tutup Suramadu Jika Dihadang Berangkat ke Jakarta

itoday - Ulama dan Habaib Madura mengancam akan menutup Jembatan Suramadu jika kepergian massa menuju ke Jakarta dihadang polisi. Mereka akan menutup Suramadu selama 2 hari dengan menggunakan truk.

Ancaman itu disampakan Forum Ulama dan Habaib Madura melalui selebaran yang beredar di masyarakat. Selebaran itu ditandatangani Habib Faishol Fad'aq, Kiai Abdulloh Khon Thobroniy, Kiai Faurok Alawi, Kiai Ali Karrar Shinhaji dan Kiai Jurjis Muzzammil.

Dalam surat itu, selain menyikapi juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berangkat ke Jakarta meskipun banyak mendapat hadangan oleh kepolisian. Surat tersebut juga menyertakan alamat sekretariat yang bertempat di Jalan Raya Jokotole nomor 24, RW 3, Kelurahan Barurambat, Kabupaten Pamekasan Madura.

Seperti dilansir Detikcom,  kemudian mengonfirmasi surat tersebut kepada salah satu penandatangan Kiai Jurjis Muzzammil. Ia membenarkan bahwa surat imbauan tersebut memang benar adanya.

"Iya betul," kata Kiai Jurjis saat dihubungi detikcom melalui pesan WhatsApp, Senin (20/5/2019).

Dalam surat imbauan itu disebutkan, pihak Forum Ulama dan Habaib Madura menyerukan dua langkah yang akan ditempuh jika masyarakat yang akan berangkat tetap di-sweeping oleh aparat. Salah satu imbauan itu yakni akan menutup akses Jembatan Suramadu. 

Menanggapi imbauan itu, Kiai Jurjis menjelaskan bahwa tindakan itu dilakukan sebagai akibat pengadangan masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan 'Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat' pada 22 Mei.

"Kan di sana (Suramadu) di-sweeping. Jadi sekalian bagitu (ditutup). Walaupun tidak ditutup maka akan tertutup sendiri," terang Jurjis.

Saat ditanya apakah tidak memikirkan efek yang ditimbulkan kepada pengguna jalan Suramadu saat ditutup. Kiai Jurjis mengaku kasihan, namun ia menepis bukan pihaknya yang menutup tetapi imbas dari petugas yang telah mencegah keberangkatan masyarakat ke Jakarta.

"Iya sangat kasihan. Kan yang nutup bukan kami. Tapi pihak-pihak yang mencegah. kami hanya mendapat imbasnya," tandasnya.

Komentar

Artikel Terkait