Nasib Tragis 'Tersangka' Pohon Sengon Akibatkan Listrik Mati di Sebagian Jawa

itoday - Kabar bahwa pohon Sengon menjadi biang kerok mati listrik massal di sebagian Pulau Jawa (04/08) telah menjadi persoalan serius. Bahkan lembagi anti rasuah KPK ikut turun tangan. KPK akan melibatkan peranan Satuan Pengawasan Intern (SPI) di Kementerian BUMN untuk melihat detail-detail yang dilakukan oleh PLN dalam menjalankan tugasnya.

"Jadi itu terjadi gara-gara pohon sengon ketinggian, listrik padam hampir se-Jawa, karena Anda tidak masuk ke detail-detail mengawasi SUTET anda gitu," papar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam sebuah diskusi di Jakarta (07/08).

Tak kurang, mantan Menteri BUMN yang juga pernah menjabat sebagai Dirut PLN, Dahlan Iskan, meminta PLN untuk membuat monumen “Pohon Sengon” yang telah membuat susah seluruh warga pelanggan PLN.

Mengapa monumen “Pohon Sengon” perlu dibuat? “Pohon sengonnya ada di Desa Malon. Nun jauh di Gunung Pati, 28 km selatan Semarang. Mati listriknya sampai Jakarta. Maka pohon sengon itu perlu diabadikan. Fotonya. Untuk dipasang di seluruh kantor PLN. Sebagai monumen. Yang harus diajarkan turun-temurun. Dari satu generasi ke generasi berikutnya,” demikian salah satu point dari catatan Dahlan Iskan di lamah Dahlan Iskan Way.

Pada tulisan bertajuk “Sengon 1 Triliun” itu Dahlan menyoroti “mahalnya” harga pohon sengon itu. “Betapa mahalnya pohon sengon itu. Sampai membuat berjuta-juta orang menderita. Pun kereta bawah tanah. Yang masih baru. Ikut lumpuh. Penumpangnya harus dievakuasi. Presiden Jokowi sampai marah karenanya. Bahkan PLN sendiri sampai harus mengeluarkan ganti rugi kepada konsumen. Nilainya sampai Rp 1 triliun,” tulis Dahlan Iskan.

Komentar

Artikel Terkait