Jelang Pendaftaran Cagub, Prabowo Temui Ketua Majelis Syuro PKS, Ada Apa?



 Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa Koalisi Kekeluargaan berkomitmen untuk tetap solid dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta.

Pada Senin (19/9/2016) malam, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Assegaf Al Jufri.

Menurut Sandiaga, dalam pertemuan itu kedua pimpinan partai sepakat akan merangkul partai-partai lain.

“Kami diberi tahu pertemuan semalam komitmen Koalisi Kekeluargaan tetap solid dan akan merangkul partai-partai termasuk PDI-P, Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. Dan kita akan komitmen untuk duduk bersama menentukan siapa paslon (pasangan calon) yang akan dipilih dalam tiga hari ke depan,” kata Sandiaga di Kebayora Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Sandiaga mengatakan, Prabowo menemui pimpinan PKS karena partai itu adalah partai dengan perolehan kursi terbanyak setelah PDI-P dan Gerindra.

PKS yang memiliki 11 kursi di DPRD DKI Jakarta itu cukup berpasangan dengan Gerindra untuk dapat mengajukan bakal calon gubernur dan wakil gubernurnya sendiri.

Kendati demikian, kata Sandiaga, pihaknya masih berharap ada partai lain yang bergabung.

Sebab menurut dia, pilkada lebih efektif dan efisien jika hanya ada dua pasangan calon yang bertarung.

Pada Rabu (21) hingga Jumat (23/8/2016), KPUD membuka pendaftaran bakal calon gubernur.

Semakin dekatnya pembukaan pendaftaran ini menjadikan komunikasi Sandiaga dengan para pimpinan partai semakin intensif.

Selain dengan PKS, kata Sandiaga, Gerindra juga berkomunikasi intensif dengan Demokrat.

“Dengan Partai Demokrat juga berhubungan, dengan Pak SBY kita memberi penghormatan untuk ikut urun rembuk karena Pak SBY memiliki pemikiran Jakarta ke depan,” kata Sandiaga.

Meski pasrah terhadap apa pun keputusan PDI-P nanti malam, Sandiaga menepis isu pecahnya Koalisi Kekeluargaan.

“Kita memfasilitasi antara Koalisi Kekeluargaan solid, jangan sampai terpecah karena kesalahpahaman,” ujar dia.

 

Sumber: krd/intelijen

Komentar

Artikel Terkait