Jusuf Kalla Tahu Kapan Harus Lengser Keprabon

itoday - Jusuf Kalla merupakan seorang negarawan yang luar biasa dan mempunyai dukungan kuat, terutama di Indonesia bagian timur.

Tak heran jika kemudian dalam survei yang dirilis Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) publik masih ingin JK mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Begitu kata Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) yang juga dekat dengan Jusuf Kalla, Poempida Hidayatullah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/10).

Namun demikian, sebagai seorang negarawan, Jusuf Kalla paham tentang dinamika suksesi yang tepat. JK, lanjut Poempida akan lebih memilih mengutamakan sukses kepemimpinan ketimbang harus ikut mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Mengingat usianya yang kian lanjut, maka dari contohnya itulah Beliau tentu berharap akan dapat terinduksi kepada JK-JK yang muda mewarisi semangat dan gaya kepemimpinannya. Jadi 'legacy' yang ditinggalkan seorang JK akan selalu dapat diturunkan dari generasi ke generasi," jelasnya.

Poempida yakin banyak anak-anak muda yang berpotensi memimpin Indonesia ke depan dan terinspirasi dari kenegarawanan yang diperlihatkan Jusuf Kalla tersebut. 

Menurutnya, pemimpin yang baik itu juga pemimpin yang dapat menciptakan kader.

"Termasuk, tahu kapan harus lengser keprabon," tutupnya.

Dalam hasil survei KedaiKOPI, nama M Jusuf Kalla menjadi yang paling diminati publik sebagai pendamping Jokowi di Pilpres 2019. 

"Rakyat masih menempatkan nama M. Jusuf Kalla di tempat teratas 15,1 persen sebagai cawapres Jokowi," jelas Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio dalam keterangannya.

Selain nama JK, ada juga yang memilih agar Jokowi berdampingan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (13,4 persen), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (12 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (10,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (7,5 persen), Kapolri Jenderal Tito Karnavian (6 persen), Sri Mulyani (4,8 persen), Kepala BIN Budi Gunawan (0,8 persen), dan nama-nama lainnya (13,8 persen). Sisanya menjawab tidak tahu.(rmol)

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 20 Oktober 2017 - 00:10 WIB

JK Tolak Densus Tipikor, Kapolri: Jangan Diadu-adu Saya

Senin, , 09 Oktober 2017 - 12:37 WIB

Jusuf Kalla Tahu Kapan Harus Lengser Keprabon

Telah dilihat : 1484 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1434 kali

sahabat total episode 1