Sulit Bagi Prabowo Maju Di Pilpres 2019

itoday - Elektabilitas petahana Joko Widodo belum aman untuk maju di Pilpres 2019. Namun, elektabilitas pesaingnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto malah lebih tidak aman.

Demikian disampaikan pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mencermati rilis tiga lembaga survei SMRC, Median dan KedaiKOPI terkait elektabilitas calon presiden jelang Pilpres 2019.

Hasil survei SMRC: Jokowi 38,9 persen dan Prabowo 12,0 persen. Median: Jokowi 36,2 persen dan Prabowo 23,2 persen. KedaiKopi Jokowi 44,9 persen dan selain Jokowi 48.9 persen.

Iwel pesimis Prabowo bisa menandingi Jokowi karena berdasarkan hasil survei tersebut jarak elektabilitas mereka masih jauh.

Jelas Iwel, elektabilitas petahana dikatakan aman jika berada di atas 50 persen. Sementara elektabilitas pesaing, tidak terlalu berjahuan dengan sang petahana.

"Inikan sangat jauh. Harusnya elektabilitas Prabowo itu nempel Jokowi. Misalnya, kalau Jokowi 38 persen maka Prabowo harus 36 persen. Ini baru ancaman namanya," ucapnya kepada redaksi, Senin (9/10).

Apalagi, lanjut Iwel, setelah Pilpres 2014 belum terlihat langkah-langkah politik luar biasa dari Prabowo yang berpengaruh positif pada elektabilitas.

"Prabowo dan Gerinda adalah oposisi, tapi tidak terlihat gebrakannya sebagai oposisi," tambahnya.

Dan jika mengacu pada Pilkada DKI Jakarta 2017, kemenangan pasangan Anies-Sandi yang diusung Gerindra dan PKS bukan karena faktor Prabowo, melainkan turun tangannya para ulama yang mendorong umat untuk memilih pasangan tersebut.

"Jadi, yang bakal memilih Prabowo itu nanti di Pilpres 2019 adalah, loyalis Pilpres 2014 lalu dan kader Gerindra dan PKS," demikian Iwel Sastra.(rmol)

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1484 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1434 kali

sahabat total episode 1