PBNU Buka Suara Soal Menara Masjid di Papua

itoday - Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha Sentani karena lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di daerah itu. Hal ini pun mendapat respons dari berbagai pihak hingga dibahas dalam pertemuan antara PGGJ dan Ormas Islam di Kantor Bupati Jayapura, Senin (19/3).

Menanggapi munculnya masalah ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Sulton Fathoni mengatakan masyarakat beragama seharusnya bisa menghormati sesama, membantu sesama dan hidup rukun. "Beragama itu bertuhan dengan segala konsekuensi dampak positifnya, seperti menghormati orang lain, membantu sesama, hidup rukun, dan lainnya," ujar Sulton seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (20/3).

Namun, kata dia, jika masyarakat beragama masih mempermasalahkan sesuatu yang sifatnya simbolis seperti menara masjid, maka berarti masih banyak masyarakat yang beragama secara formalitas belaka. "Jika beragama masih meributkan aksesori, simbol-simbol, ornamen, itu masih formalitas," katanya.

Sebelumnya, PGGJ menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar. PGGJ meminta agar tinggi masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gereja yang ada di sekitarnya.

Ketua Umum PGGJ Pendeta Robbi Depondoye meminta pembongkaran dilakukan selambatnya 31 Maret 2018 atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan hari ini. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif.

Komentar

Artikel Terkait

Selasa, , 03 April 2018 - 00:25 WIB

Polemik Masjid Al-Aqsha Sentani Belum Selesai

Selasa, , 20 Maret 2018 - 12:11 WIB

PBNU Buka Suara Soal Menara Masjid di Papua

Telah dilihat : 3150 kali

sahabat total episode 3

Telah dilihat : 3351 kali

sahabat total episode 2