Cerita KD Soal Proses Operasi Lasik Mata di Singapura

itoday - Siapa sangka bahwa diva Indonesia yang satu ini selama 32 tahun lamanya harus mengenakan kacamata dan lensa karena kelainan pada matanya. Dilansir oleh KapanLagi.com (11/4), Krisdayanti akhirnya bisa melihat dengan normal lagi. KD rupanya sudah melakukan operasi lasik mata di negeri Singapura. Ia pun melakukan operasi tersebut di hari-hari ulang tahunnya. Operasi ini ia anggap sebagai hadiah.

"Kalau hadiah saya diberikan izin dari Gusti Allah untuk melakukan lasik surgery. Saya melakukan di Singapura bukan berarti tidak menghargai dokter di Indonesia. Iya, partner saya di Singapore, dia merekomendasikan dokter khusus dia dari the paragon medical, kurang lebih satu bulan saya persiapan. Wah kayaknya ini momen penting untuk melakukan lasik surgery dan karena dia bilang nggak sakit sama sekali ya sudah akhirnya memberanikan diri dan memang nggak sakit dan prosesnya sangat cepat," ujar KD.

"Prosesnya saya 3 hari harus take out kacamata dan lensa. Selama 32 tahun saya pake kacamata dan kontak lens itu tiba-tiba saya dapat hadiah besar di hari ulang tahun pernikahan saya ke-7 pada tanggal 20. Minus saya sudah 0, jadi itu hadiah yang luar biasa buat saya, saya jadi kayak turis di Singapore, saya lihat jalanan, saya baca semua tulisan paling kecil, nomor di bis dan lain-lain. Selama ini saya pagi-pagi ngeraba kacamata bahkan nggak bisa lihat running text. Terus sekarang saya mendapat hadiah bisa melihat suami dan anak-anak akan lebih jelas di setiap momen saya, bisa bantu anak-anak untuk gambar karena mereka suka gambar," sambungnya.

Krisdayanti pun menceritakan soal detail operasi yang ia jalani. Selama ini banyak orang yang enggan melakukan operasi karena takur dengan rasa sakit. Nyatanya KD tak merasakan sakit sama sekali. Tak dipungkiri, awalnya ia memang merasa takut, namun setelah diberi penjelasan oleh dokter, ia pun jadi lebih tenang.

"Ketakutan sekali, saya operasi kecantikan, kita disuntik aja sakit. Ini kan yang bikin takut karena kita sadar, dengar dokter dan kita dibuka sebuka-bukanya dan masuk alat. Kita nggak boleh gerak sedikitpun, jadi deg-degan banget. Tapi hasilnya memuaskan, selama 6 jam mata berair terus memang, tapi kita dikasih pil tidur, sampe besok paginya bangun, udah oke sekali. Prosesnya dalam 1 bulan, 70 sampai 90 persen, saya udah terang sekali. Minus saya 5,50 kanan kiri, sekarang udah 0. Selama ini kan dibilang bahwa di usia 40 ke atas nggak bisa kembali ke 0, jadi ini yang bikin saya dapat bonus luar biasa dengan mata yang sangat terang," jelas KD lebih jauh.

Kondisi mata KD yang dulunya sempat minus 5,50 kini sudah sepenuhnya jadi normal. Saat ditanya soal biaya, ia pun menyebutkan bahwa harga yang ia keluarkan sangat sebanding dengan hasil yang ia rasakan.

"Biayanya sendiri merogoh US$ 6500 Singapore (atau setara 68 juta rupiah), memang setengah harga dari yang di Jakarta, tapi nggak stay di rumah sakit. Teknologi terakhir dari rileks miles ini memang mengharuskan ada orang yang menunggu karena langsung dibawa pulang, langsung istirahat di hotel dan besoknya check up, karena langsung nol. Saya disuruh nggak usah check-up lagi, nanti 2,3 bulan lagi baru check-up dan ini diharapkan nggak kembali minus. Waktu itu sempat ditawarin nano, tapi yang penting saya bisa lihat dari jauh, full corrections jadi di biayanya lebih tinggi," pungkasnya.

Komentar

Artikel Terkait