Ini Alasan Malaysia Jadi Wisata Medis Asia

itoday - Malaysia merupakan salah satu negara yang patut diperhitungkan dalam industri pariwisata medis di benua Asia. Negara ini diakui pula oleh International Medical Travel Journal sebagai destinasi utama di benua Asia yang cepat berkembang dalam hal wisata medis. 

Pada 2014, diungkapkan Kementerian Kesehatan setempat, Malaysia berhasil menarik 850 ribu orang pasien dengan pendapatan USD230 juta. Dilaporkan New Straits Times, kini hampir setiap tahunnya Malaysia menerima lebih dari 921,500 pasien luar negeri.

Sebagian besar pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sebut saja Indonesia, Singapura, Vietnam, India, Jepang, Bangladesh, Pakistan, Timur Tengah, Australia, hingga negara-negara di Eropa. Kurang lebih 80% pasien luar negeri yang berobat ke Malaysia berasal dari Indonesia telah menghabiskan USD 150 juta untuk biaya pengobatan. Lantas mengapa banyak orang Indonesia pilih berobat ke Malaysia? Berikut ulasannya.

1. Biaya berobat yang cukup terjangkau

Alasan utama banyak pasien luar negeri, khususnya yang berasal dari Indonesia memilih berobat atau melakukan wisata medis di Malaysia adalah biayanya yang cukup masuk akal. Malaysia memiliki biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama di Inggris dan Amerika Serikat, bahkan termasuk negara tetangga, seperti Singapura. Melakukan pengobatan atau layanan perawatan medis di Malaysia bisa dibilang relatif lebih miring, yakni 30-50% dibandingkan di Singapura. Hal ini berlaku bagi pasien lokal dan pasien yang berasal dari luar negeri.

2. Sistem pelayanan kesehatan yang didukung pemerintah

Meningkatnya popularitas industri wisata medis di Malaysia juga membuat Kementerian Kesehatan Malaysia membentuk Malaysian Healthcare Travel Council (MHTC) pada 2009. MHTC bertujuan membantu mempromosikan dan mengoordinasikan pariwisata medis dan kesehatan di Malaysia.

3. Kualitas rumah sakit, dokter, dan tenaga medis

Pelayanan kesehatan yang berkualitas juga menjadi alasan penting para pasien asal Indonesa memilih berobat atau melakukan perawatan medis ke Malaysia. Tenaga medis profesional di Malaysia telah dilatih dan dididik dalam sejumlah pelatihan perawatan kesehatan terbaik sehingga tidak kalah dengan rumah sakit di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan lainnya.

4. Memiliki peralatan teknologi medis yang mutakhir

Sebelum merdeka, sistem kesehatan di Malaysia fokus terhadap pengobatan tradisional. Namun, pada awal masa penjajahan, Malaysia mulai dikenalkan dengan industri pengobatan modern yang berasal dari negara Barat. Setelah kemerdekaan pada Agustus 1957, penjajah Inggris mulai membuat kebijakan baru untuk sistem kesehatan. Kini, Malaysia mulai berinvestasi dalam mendirikan perusahaan layanan kesehatan yang standarnya setara dengan negara-negara maju, seperti Inggris, Australia, Irlandia, dan lain-lain. 

5. Kemudahan komunikasi antara dokter dan pasien

Terkait penggunaan bahasa, pasien luar negeri tak perlu khawatir lantaran para tenaga medis di sejumlah rumah sakit di Malaysia telah fasih berbahasa Inggris. Beberapa rumah sakit di Penang, misalnya, telah memiliki penerjemah bahasa untuk 22 bahasa dunia yang berbeda. Selain bahasa Inggris, mereka memberikan layanan penerjemah untuk bahasa Belanda, Norwegia, Swedia, dan Rusia.

6. Lingkungan yang ramah

Lingkungan dan orang-orang Malaysia yang ramah juga menjadi pertimbangan para pasien asing melakukan pengobatan dan perawatan medis. Ini pula yang membedakan Malaysia dengan destinasi negara wisata medis lainnya di Asia, bahkan negara-negara maju lainnya.

7. Akses yang mudah dijangkau

Malaysia merupakan negara dengan akses perjalanan yang paling mudah dijangkau. Terutama bagi negara-negara di Asia atau yang terdekat sekali pun, seperti Indonesia. Bahkan, prosedur perjalanan menuju Malaysia pun tergolong mudah dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia.

8. Perawatan medis yang populer Saat ini, tindakan pengobatan dan perawatan medis yang cukup populer di Malaysia adalah perawatan gigi, bedah plastik (tanam benang, sedot lemak), operasi jantung, pengobatan reproduksi (program bayi tabung), pengobatan telinga, hidung dan tenggorokan (THT), bedah ortopedi, kanker, urologi, operasi mata (katarak, lasik), hingga pengobatan sistem pencernaan. Di tahun ini, Malaysia akan fokus terhadap beberapa bidang pengobatan, seperti ortopedi, jantung, hematologi, dan program bayi tabung (in vitro fertilization – IVF).

Menurut data Transparency Market Research (TMR) 2016, yang dikutip dari Malaysia Healthcare Travel Council, prosedur perawatan gigi merupakan salah satu jenis perawatan medis yang paling banyak diminati oleh pasien luar negeri. Perawatan gigi menyumbang 36% pengunjung wisata medis di Malaysia dan menghasilkan sekitar USD 99.91 juta. Sementara, prosedur estetika atau bedah kosmetik berada di urutan kedua, diikuti oleh tindakan bedah tulang dan pemeriksaan kesehatan rutin. Empat prosedur perawatan medis tersebut telah menyumbang lebih dari 70% dari total sektor pariwisata medis di Malaysia pada 2016.

 

Sumber: Sindonews

Komentar

Artikel Terkait