Menebak Selera Fesyen Lewat Pilihan Motif Busana


Ilustrasi motif polka dot khas 1970-an kembali mewarnai jagat industri fesyen.

itoday - Permainan warna-warna blok untuk busana barangkali masih menjadi tren. Namun, banyak orang juga tak bisa mengelak dari invasi busana bermotif.

Ragam motif tersedia untuk berbagai jenis fesyen. Mulai dari yang sederhana hingga motif rumit dan penuh warna.

Tak sembarangan, ragam motif yang digunakan secara diam-diam menggambarkan selera fesyen si pemakainya.
Stylist Gayle Rinkoff, yang menangani sederet selebriti, mengungkapkan pilihan motif bisa menggambarkan identitas fesyen seseorang. Dia pun berbagi tips untuk tampilan menarik dengan busana motif.

Berikut karakter fesyen seseorang dilihat dari motif yang dipilih beserta tips padu padannya mengutip Daily Mail.

Motif kulit ular: si budak tren


Desainer Roberto Cavalli pernah mengatakan bahwa seseorang yang gemar bereksperimen dengan tren teranyar, maka motif ular bakal masuk ke dalam lemari pakaian.

Publik tentu masih ingat dengan tampilan penyanyi Rihanna saat Rihanna Anniversary Event di Sydney, Australia, pada 2018 lalu. Dia melenggang penuh percaya diri dengan midi dress bermotif kulit ular karya Atelier Versace. Dia juga tak segan mengenakan bucket hat, sepatu, dan tas dengan motif serupa. Tak tampak berlebihan.


Jika cukup percaya diri, Rinkoff menyarankan Anda untuk menyematkan embelishment berwarna kuning neon dalam busana bermotif ular yang dikenakan.

Motif zebra: si pecinta monokrom


Motif zebra dinilai sebagai yang paling 'aman' karena perpaduan sederhana hitam dan putih. Eksperimennya pun tak rumit.

Anda bisa memadukan busana monokrom ada dengan pakaian lain berwarna blok, baik hitam atau putih. Model Kendall Jenner adalah satu dari sederet pesohor yang gemar dengan warna-warna monokrom.

Untuk inovasi, Anda bisa mencoba rok bermotif zebra yang dipadu dengan blus putih dan aksesori serba hitam untuk memberikan kesan cerdas. Tampilan ini cocok untuk dibawa dalam agenda formal seperti bekerja atau sekadar berkumpul bersama teman.

Polka dot: si ratu retro


Meski terkesan kuno, namun motif polka dot khas 1970-an kembali mewarnai jagat industri fesyen. Mereka yang menyukai motif ini adalah para penyuka fesyen era lampau.

Cukup gunakan gaun sederhana bermotif polka dot tanpa aksesori apa pun bisa membuat Anda tampil gaya. Namun, jika cuaca sedang dingin, Anda bisa memadukannya dengan outer berupa cardigan.
Sementara untuk tampilan yang lebih trendi, kenakan kemeja oversized dan tumpuk dengan gaun polka dot.

Motif leopard: si ksatria fesyen


Penyuka motif leopard bak ksatria fesyen yang tak takut bereksperimen. Mereka bisa saja mengenakan busana-busana runway untuk situasi kasual.

Agar tampil beda, padukan dengan motif garis dan kotak-kotak. Bagi yang belum begitu percaya diri, Anda bisa mencoba mengenakan motif leopard untuk sandal, tas, atau aksesori lain. Sentuhan kecil motif ini bisa mengubah tampilan busana yang biasa saja jadi lebih menarik.

Motif bunga: si klasik


Pilihan motif bunga bisa diaplikasikan kapan pun. Penyuka motif ini memilih tidak mengikuti tren. Koleksi baju hanya dipenuhi dengan busana-busana berpotongan klasik.

Daripada terus-terusan memadukannya dengan jaket denim, cobalah eksperimen dengan blazer berwarna. Keluar dari zona nyaman dengan mengenakan rok bunga-bunga dengan kaus dan ankle boot.

sumber berita : cnnindonesia.com / sumber foto : eveshopashop.com

Komentar

Artikel Terkait