Rahasia Misterius; Pengakuan dan Kesaksian

 

 

itoday - Akal manusia tidak akan mampu menyelami kehidupan sesudah mati. Misteri kematian, alam kubur, hisab, neraka dan surga, alam malakutdan jabarut yang secara keseluruhan merupakan struktur alam akhirat, hanyalah bisa melalui petunjuk Sang Pencipta alam tersebut. Dan diantara dunia metafisika yang sulit digapai oleh akal manusia adalah dunia “ruh” yang menjadi misteri para filosuf dan Ulama.

Karenanya, iman kepada Allah swt. senantiasa dikaitkan dengan iman kepada Hari Akhir. Keterkaitan ini mengandung makna, bahwa iman seseorang kelak harus dipertanggungjawabkan di Hari Akhirat di hadapan Allah Yang Maha Perkasa. Pada saat itu, kebenaran yang hakiki akan tersingkap, begitu pula kebatilan.

Ada kesan yang cukup serius dan rumit ketika memasuki alam metafisika. Apalagi berkaitan dengan metafisika alam akhirat, alam arwah dan alam sebelum dunia diciptakan.

Banyak para filosuf yang mengandalkan kontemplasi rasionalnya, gagal menggapai substansi terdalam dari metafisika ini.

Namun, Al-Ghazali yang memiliki prestasi di bidang metafisika pemikiran Islam, mampu menguak subtansi terdalam dari simbol-simbol metafisika akhirat dan yang lainnya. Argumentasi ini kemudian menjadi tonggak bagi tegaknya pilar-pilar Ahli Sunnah wal-Jama’ah dikemudian hari, dimana dimasa-masa sebelumnya polemik teologi dan kalam sangat mewarnai perkembangan dunia Islam.

Begitu luasnya samudra alam akhirat, penulis membatasi permasalahan pada ulasan Abu Hamid Al-Ghazali yang ditulisnya dalam risalah-risalah Al-Ghazali dari kitab “Majmu’atu Rasailil Imam Al-Ghazali; Ad-Darrutul Fakhirah fi Kasfi ‘Ulumil Akhirah. Al-Ajwibah al-Ghazaliyah fil-Masailil Ukhrawiyah dan Al-Madhnun bihi ‘ala Ghairi Ahlihi “   tentang “Kesaksian dan Pengakuan” .

Seandainya ditanya tentang kesaksian kepada Allah apakah kita semua termasuk penulis pernah ditanyakan “Bukankah Aku ini Tuhanmu ? dan lalu apa jawaban kita, pengakuan kita dimasa silah sebelum lahir kedunia ini mengakibatkan sulitnya tersingkap jawaban-jawaban yanag misterius.

Ketika Allah swt. menggenggap dua genggaman, yyang keduanya terjadi pada saat Allah mengusap pada bagian punggung Adam, maka seluruh apa yang dikumpulkan oleh Allah untuk yang pertama kali ini adalah dari anggota tubuh bagian sebelah kanan, sedangkan apa yang dikumpulkan untuk yang kedua kalinya adalah dari bagian anggota sebelah kiri. Kemudian Allah swt. membukakan genggaman-Nya, akhirnya Adam melihat para makluk yang ada di kedua “Telapak Tangan-Nya” Yang Mulia, mereka laksana bagian-bagian kecil (atom) yang berserahkan.

Selanjutnya Allah swt. berfirman, “Mereka pergi memasuki surga, Aku tidak peduli, karena mereka melakukan perbuatan-perbuatan para penghuni surga, sedangkan yang lain mere pergi menuju neraka, akan tetapi Aku tidak peduli, karena mereka melakukan perbuatan-perbuatan para penghuni neraka.” Kemudian Adam bertanya, “Wahai Tuhan, lalu perbuatan apa yang dilakukan oleh penghuni neraka? Allah swt. menjawab, “Menyekutulan kepada Ku, mendustakan Rasul-Ku dan durhaka terhadap Kitab-Ku yang menjelaskan perintah dan larangan.”Lalu Adam berkata, ”Saya bersaksi kepada mereka atas diri mereka semoga tidak melakukannya.” Kemudian Allah meminta kesaksian mereka kepada mereka, “Bukankah Aku ini Tuhanmu” Mereka menjawab, “Tentu kami bersaksi” Kesaksian mereka disaksikan oleh para malikat dan Adam, bahwa mereka mengakui ketuhanan Allah, akhirnya mereka dikembalikan pada tempat mereka.

Sebenarnya mereka hidup secara ruh tanpa jasad, dan ketika mereka dikembalikan kepada tulang rusuk Adam, maka Allah mematikan mereka dan mencabut nyawa mereka yang kemudian menjadikannya di sisi-Nya dari khazanah Arasy. Apabila ada satu titik yang telah ditetapkan itu jatuh dan bertempat tinggal di rahim sampai bentuk titik makluk tersebut telah sempurna, sementara itu jiwa (nyawa) yang ada masih mati, maka jauhar malakut (inti dari unsur malaikat) akan emcegah tubuh untuk membusuk. Dan apabila Allah telah meniupkan ruh didalam tubuh, maka Allah akan mengembalika sirri(rahasia) ruh kedalam tubuh yang dahulu telah dicabut dan disimpannya dalam beberapa waktu di tempat penyimpanan dalam khazanah Arasy, akhirnya janin bisa bergerak. Banyak janin yang bisa bergerak dalam perut ibunya, barnagkali si ibu bisa merasakannya atau tidak. Ini adalah kematian yang pertama dan kehidupan yang kedua.

Akhir kalam, demikian wahai diri ingatlah bahwa kita sudah melakukan kesaksian dan pengakuan dihadapat Dzat Yang Maha Perkasa semoga termmasuk kedalam orang-orang yang berjalan menuju surga-Nya.

 

 

 

sumber berita : Kompasiana/foto :www.google.com

Komentar

Artikel Terkait