Awalnya Merasa Jadi Perempuan Kotor, Akhirnya Aku Hijrah karena Teman Tinder

Gambar terkait

Itoday - RENCANA Allah SWT tidak akan pernah buruk. Apa yang telah dituliskan-Nya, akan menjadi keputusan terbaik. Begitu juga masalah kehidupan.

Nini (bukan nama asli) sadar betul apa yang sekarang dia jalani adalah ketetapan Allah dan tak ada yang bisa membantahnya. Melihat kembali ke masa lalu yang bisa dikatakan tak begitu baik, membuat Nini pun semakin bersyukur dengan hidupnya sekarang yang telah hijrah.

Pada Okezone, Nini menceritakan bagian dari hidupnya yang tak pernah bisa tergantikan; proses hijrah dan menikah dengan teman Tinder-nya. Dua hal ini dia dapatkan lewat satu sosok pria yang sekarang menjadi suaminya dan berikut kisahnya

Dulu Aku Perempuan "Kotor"

Istilah itu mungkin terlalu kasar didengar, tapi jika dimaknai secara luas, akan tepat diberikan padaku. Bagaimana tidak, pasca menjalin hubungan pacaran selama 4 tahun, aku download Tinder dan berpetualang.

Ya, bertemu dengan pria baru menjadi salah satu hal yang asyik untukku. Terlebih, aku ini bosanan, jadi ketika datang seorang pria dengan kisah hidupnya yang baru, aku akan sangat senang mendengar dan mengetahuinya.

Aplikasi pencarian teman itu aku manfaatkan juga untuk jejaring sosial. Teman bule harus didapatkan dan benar saja. Ada beberapa teman bule yang kecantol dengan profil Tinderku yang masih menampilkan foto seksi.

Teman bule pertamaku asal Ekuador. Dia seniman dan menetap di Bandung, Jawa Barat. Komunikasi kita berjalan baik, sampai suatu momen aku memberanikan diri bertemu dia di Bandung. Ya, senekat itu.

Pertemanan berlanjut pasca aku kembali ke Jakarta. Namun, memang ada yang berubah setelah itu. Aku tak anggap serius, toh masih ada pria lain yang bisa aku dapatkan di Tinder. Dan benar saja, aku bertemu dengan seorang model bule di Tinder.

Senang sekaligus penasaran menjadi satu. Banyak hal yang ada di otakku setelah 'match' dengan model yang satu ini. Masalah ranjang pun menjadi bagian dalam hal yang aku pikirkan.

Komunikasi berjalan baik. Sampai suatu ketika aku diajak main ke apartemennya. Otak liarku muncul dan benar saja hal tersebut terjadi. 

Setelah itu, kembali, komunikasi aku dan bule Tinder berjalan baik. Sampai akhirnya aku tahu dia sudah punya pacar yang juga seorang model, bikin aku drop. Tapi, aku ditenangkan dengan pernyataan dia, "Hidup hanya sekali, do what makes you fun," katanya. Mendengar kalimat itu bukannya membuat aku sedih, malah senang. Ini waktunya aku bebas!

Aku pun melebarkan jaring pertemanan di Tinder. Banyak teman pria yang aku dekati dan akhirnya ada yang jadi pacar. Tapi sayang, hubungan itu tak bertahan lama. Sampai akhirnya, di Juli 2018, aku 'match' dengan seorang pria dewasa yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tidak tahu bagaimana, aku merasa si pria ini punya sesuatu yang berbeda. Ada hal besar yang dia miliki dan itu adalah agama. Ya, aku bertemu pria religius di aplikasi Tinder yang membuatku berpikir untuk hijrah, percaya?

 

sumber berita : okemuslim / foto : sindonews.com

Komentar

Artikel Terkait