Viral Video Peserta Pengajian Diberi Air Galon, Pulang-Pulang Encok!

Hasil gambar untuk foto galon air

Itoday - Masyarakat Indonesia mengenal istilah syukuran. Tradisi ini memang tidak diajarkan Rasulullah, tetapi makna di balik budaya ini sangat baik, menjalin silaturahmi dan bermaksud mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara yang khas.

Syukuran atau tahlilan yang dilakukan dalam menyukuri rezeki yang diterima atau mengenang kematian sanak saudara sudah berlangsung lama di Indonesia. Tahlilan sempat menuat polemik karena kegiatan tersebut dianggap tidak pernah dilakukan Rasulullah.

Namun, dijelaskan Ustadz Fauzan Amin, kegiatan tersebut boleh dilakukan. Sebab, di dalam kegiatan itu ada pelantunan ayat suci Alquran dan pujian pada Rasulullah. Tentu, hal tersebut bisa dianggap sebagai bentuk amal kebaikan.

"Itu adalah tradisi baik masyarakat Indonesia. Di beberapa negara Islam juga ada yang melakukan pembagian zakat untuk fakir miskin dan juga membaca Alquran bersama-sama. Jadi, ini adalah tradisi yang tidak salah jika ingin dilakukan," terangnya beberapa waktu lalu.

Ustadz Fauzan Amin menambahkan, malah tradisi baik seperti ini sebaiknya terus dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Sebab, ada kegiatan silaturahmi di sana yang mana ini juga menjadi kekuatan kultur masyarakat Indonesia yang sangat berangkulan dan saling bersaudara.

Nah, terlepas dari polemik tahlilan atau syukuran, yang menarik dari kegiatan ini ialah adanya bagi-bagi berkat atau besek yang biasanya berupa makanan. Besek ini dibagikan sebagai tanda terima kasih juga pada tamu yang hadir memberikan doa terbaik untuk si penyelenggara tahlinan atau syukuran.

Namun, sebuah video viral beredar di media sosial di mana acara tahlilan di sana beseknya anti-mainstream. Bukan makanan atau barang seperti buku yasin yang diberikan, melainkan galon berisi air utuh!

Kebayang bagaimana para tamu menenteng satu-satu galon yang diberikan? Ya, kasihan sih yang punya encok atau penyakit pegal linu. Terlebih rumahnya jauh dari lokasi tahlinan atau syukuran.

Video tersebut dibagikan akun Facebook bernama EN Arifin. Dalam video tersebut, si penyelenggara acara memberikan satu per satu air minum galonan yang sudah ditempatkan di sebuah ruangan. Galon tersebut kemudian dibagikan bersamaan dengan besek nasi yang juga diberi.

Banyak dari penerima besek yang tertawa atau candaan mengenai besek anti-mainstream ini. Para tamu pun terlihat berbahagia menerima besek air galon tersebut. Mereka menggendong galon dan mulai pergi menjauh dari kediaman pelaksana tahlinan atau syukuran.

Di postingan itu, Arifin menuliskan caption dalam bahasa Jawa. Begini bunyinya; "Nang NU enak e koyok ngene. Kok mufaroqoh. Bah, dikafir-kafir no ora urus," tulisnya.

Kalau Anda dikasih besek kayak gini, Anda tetap bawa pulang atau tinggalkan? Atau malah Anda jual lagi karena galon di rumah masih penuh? 

 

sumber berita : okemuslim / foto : metrotempo.co

 

Komentar

Artikel Terkait