Dakwah Lewat Komedi, Sakdiyah Ma'ruf: Banyak Kritikan Tapi Niat Saya Baik!

Hasil gambar untuk foto sakdiyah ma"ruf

Itoday - BERDAKWA merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh para pemuka agama. Dakwah pun menjadi penting untuk menyampaikan perintah Allah dan Rasulnya yang terdapat dalam Alquran dan hadistnya.

Metode dakwah yang semula hanya bisa didapatkan melalui tabligh akbar atau pun pengajian, kini sudah banyak diubah oleh zaman. Misalnya dengan mengunggah video ceramah pada media sosial, atau media yang lainnya. Apapun medianya, selagi kontennya tidak menyalahkan syariat, itu merupakan hal yang baik untuk umat.

Namun ada juga yang memilih metode berdakwah dengan berkomedi. Misalnya Sakdiyah Ma'ruf, dirinya merupakan komedian yang berasal dari Pekalongan Jawa Tengah. Meski tinggal di Pekalongan, Sakdiyah Ma'ruf merupakan wanita yang juga keturunan arab. Maka tak heran jika materi yang dibawakannya ketika stand up kadang bernada singgungan untuk realita kehidupan Islam masa kini.

Pada acara Picnikustik yang diselenggarakan pada jumat lalu oleh Komuji (Komunitas Musisi Mengaji) di Jeruk Purut Jakarta Selatan, Sakdiyah mengatakan "Maka malam ini, saya ingin menyampaikan, izinkan saya menjadikan komedi selain sebagai medium untuk dialog, menyampaikan aspirasi, juga jalan spiritual saya, jalan dakwah saya"

Perkataan tersebut pun lantas membuat banyak penonton yang hadir mengapresiasi dengan gemuruh tepuk tangan. Sakdiyah memang sosok wanita arab yang kerap kali menggunakan isu seperti ajaran - ajaran islam, kritiknya terhadap kondisi umat islam masa kini, sampai kisah - kisah inspiratif umat islam terdahulu sebagai materi stand up nya.

"Jadi kalau saya berbicara tentang kegelisahan saya tentang apa yang terjadi di tengah - tengah umat Islam saat ini, saya bukan bicara sembarangan. Saya sudah melakukan riset sebelumnya, Niat saya niat baik, ini adalah jalan dakwah saya, tujuannya sama, untuk kebaikan umat" Ujar Sakdiyah Ma'ruf Pada acara Picnikustik.

Tantangan memilih komedi sebagai dakwah tidak lah mudah. Ada saja orang - orang yang tidak suka dengan caranya menyampaikan pesan. Kadangan ada yang menyampaikan lewat telepon, ataupun meminta kepada panitia untuk bertemu langsung dengan dirinya.

Karena yang dibawakan isu agama, maka tidak sedikit perkataan Sakdiyah menuai kritikan para pendengarnya. Namu Sakdiyah menganggap hal itu merupakan risiko dari apa yang dipilihnya.

"Saya kira, hal seperti ini, saya sadari sepenuhnya sebagai bagian dari profesi saya." Sambung Sakdiyah Ma'ruf.

Dirinya pun menceritakan ketika di telpon oleh seorang yang tak dikenal satu hari setelah Sakdiyah mengisi suatu acara.

"Ketika saya angkat, orang itu mengatakam, Mbak saya kemarin datang ke acara yang mbak hadiri. Saya mengapresiasi apa yang mbak sampaikan, tetapi saya ingin memperingatkan juga agar kalau berkomedi tidak membawa bawa Islam, ulama, kita tahu semua kan mbak, terus tuh, bapak - bapak bicara, kita tahu semua kan mbak, ulama kita banyak di persekusi, dan lain sebagainya, umat islam berada dalam ancaman, kata itu bapak - bapak." begitu Sakdiyah menceritakan.

Setelah itu Sakdiyah pun mengatakan kepada orang itu, "Bapak apa yang saya katakan sudah berdasarkan riset, double checking, dan yang paling utama, ini berdasarkan pengalaman pribadi saya."

"Dikampung saya, sampai hari ini ada saja anak umur 15 tahun menikah, sekian tahun kemudian sudah bercerai, punya anak 3 dan tidak ada yang menafkahi, ulama pun tidak ada yang membela, siapa yang lebih pantas dibela. Saya kira, hal seperti ini, saya sadari sepenuhnya sebagai bagian dari profesi saya." Jelas Sakdiyah kepada bapak itu.

Menurut Sakdiyah, menjadikan komedi sebagai media dakwah merupakan hal yang sulit. Terkadang hal - hal tersebut jutru sering dianggap mengejek ataupun mengolok - olok suatu golongan. Padahal menurutnya, hal seperti itu merupakan narasi kritik yang coba dibangun. Namun Sakdiyah percaya, bahwa komedi pun bisa untuk menebarkan kebaikan kepada seluruh insan.

"Menurut saya kita mempunyai kekuatan yang besar sebagai bangsa untuk menghadapi setiap masalah umat. salah satunya kekuatannya yaitu mereflesikan kegiatan berdakwah melalui humor." Pungkasnya.

 

sumber berita : okemuslim / foto : BBC.com

 

 

Komentar

Artikel Terkait